detikNews
Senin 06 Mei 2019, 13:15 WIB

BKIPM: Nelayan Buru Benih Lobster karena Iming-iming Vietnam

Yudha Maulana - detikNews
BKIPM: Nelayan Buru Benih Lobster karena Iming-iming Vietnam Tersanga SF terancam hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi - Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung Dedy Arief mengatakan nelayan lokal dirugikan oleh tindakan penjualan benih lobster secara ilegal. Sebelumnya, tim gabungan dari BPIKM, LANAL dan Pos TNI AL Pangandaran menggagalkan penyelundupan 39 ribu lebih benih lobster senilai Rp 5.881.650.000 di pesisir Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dedy mengungkapkan sekilas jual-beli benih lobster ini menjanjikan, namun dampaknya ke depan akan sangat merugikan bagi nelayan di Indonesia. "Nelayan menjual Rp 6.000 ke bandar, sementara bandar menjual benih lobster ke Singapura dengan harga minimal Rp 150.000, tapi yang lebih merugikan adalah habisnya populasi lobster di lautan," ujar Dedy di Kantor BKIPM Bandung, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (6/5/2019).

Menurut dia, benih lobster tersebut diselundupkan ke Vietnam dan Singapura melalui jalur laut serta darat. "Di Singapura benih tersebut dibiakkan, kemudian dijual dengan brand Singapura. Padahal benihnya dari sini," kata Dedy.
Untuk mengantisipasi kerugian lebih banyak, BKIPM akan sosialisasi kepada nelayan dan anak-anak nelayan di Jawa Barat untuk melestarikan keberadaan lobster. "Sebetulnya Indonesia sebagai eksportir tuna terbesar di dunia, namun karena iming-iming dari Vietnam, beberapa nelayan berani memburu benih lobster," tuturnya.

"Kalau dilestarikan, nelayan bisa memanen lobster seberat 300 gram dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi per ekornya, seperti yang dilakukan oleh nelayan di Yogya," ucap Dedy menambahkan.

Selain sosialisasi, BKIPM akan terus bersinergi dengan aparat keamanan dalam meringkus jaringan kartel penjualan benih lobster. "Kita akan memotong jaringan di atasnya, kalau kita potong tentu tidak akan ada yang menjualnya," kata Dedy.

(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed