Kisah Blunder Timses, Jagoan Kalah dan Kini Berurusan dengan Polisi

Round-up

Kisah Blunder Timses, Jagoan Kalah dan Kini Berurusan dengan Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 06 Mei 2019 05:10 WIB
Kisah Blunder Timses, Jagoan Kalah dan Kini Berurusan dengan Polisi
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Hanya gara-gara jagoannya kalah dalam Pemilu Legislatif 2019, MP (52), memasang patok besi setinggi 1,2 meter di tengah-tengah jalan di Kampung Cipetir, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Sukabumi.

MP kesal karena caleg yang berusaha dimenangkannya hanya mendapatkan 80 suara dari 700 potensi suara.

Aksi itu dikeluhkan warga, namun tidak ada yang berani mencabut tiang tersebut, karena si pemasang tiang dikenal sebagai preman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga pun ketakutan untuk mengungkapkan ini kepada awak media yang kemarin mendatangi kampung itu. Mereka baru mau memberikan keterangan setelah sejumlah aparat kepolisian yang menerima laporan berdatangan ke lokasi.

"Tiang besi itu dipasang timses tersebut selesai pemilihan umum kemarin, dipasang malam-malam sekitar jam 23.00 WIB, Jumat (3/5)," tutur M, salah seorang warga yang meminta namanya disamarkan kepada detikcom.

Pihak desa setempat sebenarnya sudah bergerak meninjau lokasi dan berencana mencabut patok besi setinggi 1,2 meter tersebut. Namun warga yang tinggal di sekitar lokasi melarang.

Alasan warga enggan berurusan dengan si pemasang karena dikenal sebagai preman di wilayah itu. Mereka khawatir timses itu akan mengamuk meneror warga setempat.

"Ada ketakutan dari warga, ketika kami datang ke lokasi warga menolak karena khawatir terjadi sesuatu. Sampai saat ini patok masih berdiri," kata Kades Sukamulya Ade Rosidin kepada wartawan, Sabtu (4/5/2019).

Akhirnya polisi mencabut patok tiang besi yang dipasang MP yang merupakan timses seorang timses.

Pembongkaran patok dilakukan langsung oleh Kapolsek AKP I Djubaedi, Kanit Reskrim Iptu Deni Miharja dan anggota Babinsa dari Danramil. Warga turut menyaksikan pembongkaran tersebut.

Proses pembongkaran tiang besi tersebut berlangsung cukup lama, sejumlah aparat bergantian membetot besi sepanjang kurang lebih 1,2 meter tersebut. Menurut Nasriadi, pemasangan besi itu cukup dalam dan sengaja dihimpit menggunakan batu di bagian bawahnya.

Selain membongkar patok, polisi juga akhirnya mengamankan MP. Kepada polisi, MP mengaku malu kepada caleg yang didukungnya karena kalah suara di kampungnya.

"Iya saya yang pasang (patok besi) karena malu, caleg yang saya usung kalah. Saya pasang patok besinya dengan dua orang kuli malam-malam," ungkap MP.

Dia melakukan aksi nekatnya atas inisiatif sendiri bukan suruhan caleg yang diusungnya. Ia juga kesal banyak warga yang minta bantuan dari caleg usungannya, namun saat penghitungan suara tetap kalah.

"Banyak warga yang minta bantuan melalui saya, kenyataannya hasil perolehan suaranya nggak maksimal. Jauh sebelum Pemilu mereka minta semen, minta karpet untuk majelis minta ini itu tapi hasil (suara) enggak ada. Padahal mereka menjanjikan suara maksimal," tutur dia.

Hingga saat ini polisi masih mendalami keterangan pria paruh baya tersebut. Sejauh ini aksi tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi.



Tonton juga video Ribut-ribut Sidang Pleno KPU Cianjur:

[Gambas:Video 20detik]

(sya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads