DetikNews
Sabtu 04 Mei 2019, 10:23 WIB

Melihat Rumah Tahan Gempa di Patahan Sesar Lembang

Yudha Maulana - detikNews
Melihat Rumah Tahan Gempa di Patahan Sesar Lembang Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Pergerakan aktif Sesar Lembang ibarat menjadi "bom waktu" yang bisa mengguncang kapan saja. Setiap tahun, patahan di Cekungan Bandung ini terus bergerak 50 mm atau 0,5 cm.

Dihadapkan dengan potensi bencana yang besar, membuat sejumlah warga tergerak untuk melakukan antisipasi dini. Salah satunya dilakukan pasangan suami istri, Raden Bagja Mulyana (40) dan Dewiyantini (40) yang membangun rumah tahan gempa.

Warga Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang itu membangun rumah panggung dengan gaya minimalis karena merekad sadar betul dengan potensi bencana Sesar Lembang.

"Dari berbagai informasi Lembang salah satu daerah rawan gempa dan sudah selayaknya warga menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya," kata Raden saat ditemui detikcom di kediamannya, belum lama ini.

Tampak depan, rumah seluas kurang lebih 70 meter persegi ini hanya memiliki dua jendela dan satu pintu, tampak teras mini yang terlihat nyaman untuk kumpul keluarga.

"Kami ingin membuat rumah yang nyaman untuk keluarga, setelah mencari berbagai referensi pada akhirnya diputuskan untuk membuat rumah kayu, dan istri menyetujuinya," ujar Raden.
Foto: Yudha Maulana

Di bagian dalam rumah kayu ini, terdapat dua kamar dan satu ruang tengah yang full berbahan kayu, dinding bagian dalam terbuat dari anyaman bambu, sementara kayu palet untuk dipasang di dinding luar rumah.

Tiang utama rumah yang menyokong atap dipasang dengan sistem purus dan cathokan, yang membuat rumah seperti pendulum saat menerima goncangan gempa.

"Ketika gempa bangunan rumah seperti elastis mengikuti gerak tanah, alhamdulillah setelah beberapa kali gempa tidak menimbulkan kerusakan," katanya.

Untuk mempercantik rumah, lantai dibuat dari kayu yang dipernis, sedangkan gantungan lampu bernuansa jadul dipasang untuk membuat efek 'homy'.

Proses pengerjaan rumah ini, ujar Raden, memakan waktu enam bulan. Untuk bahan baku, ia mencari kayu jati terbaik hingga ke wilayah Cirebon pada tahun 2016 lalu. "Kalau dalam pengerjaan sesuatu ada saja miss dan tidak sesuai dengan perhitungan," kenangnya.

Kendati begitu, tak semua bagian rumah ini terbuat dari kayu. Sebagian rumah dibangun dengan bata, khusus di bagian dapur dan kamar mandi. "Pertimbangannya untuk keamanan di dapur, kalau kamar mandi agar tak mudah lapuk saja terkena air," ucapnya.

Ia pun pernah mendapatkan cibiran dari tetangganya yang mengetahui rencananya membangun rumah kayu. "Hampir semua mengatakan rumah kayu sudah bukan zamannya lagi, tidak megah seperti rumah yang seperti sekarang, namun tetap kami lanjutkan hingga selesai," ujarnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed