Rayakan May Day, Buruh Cirebon Tuntut Pemilu Jurdil

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 01 Mei 2019 14:31 WIB
Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya berdemonstrasi di Balai Kota Cirebon pada peringatan Hari Buruh, Rabu (1/5/2019). Selain menuntut upah layak, FSPMI juga menuntut ditegakannya demokrasi yang berkeadilan.

Sekjen FSPMI Cirebon Raya Mohamad Machbub mengatakan pelaksanaan pemilu serentak 2019 jangan sampai tercoreng oleh kecurangan-kecurangan. Menurutnya, pesta demokrasi harus digelar secara jujur dan adil. FSPMI juga menyorotisoal hasil Pilpres 2019.

"Tegakkan demokrasi yang Jujur, adil dan damai, khususnya dalam penetapan presiden. Pemilu harus dijaga dan dijalankan secara jujur dan adil hingga penetapan pemenang nanti," ucap Machbub kepada awak media di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jabar, Rabu (1/5/2019).

Machbub mengingatkan agar penyelenggara pemilu tetap jujur dan adil. "Kami minta untuk seluruh penyelenggara pemilu dari setiap tingkatan untuk berlaku jujur dan adil, jangan berbuat kecurangan," kata Machbub.

FSPMI juga menolak upah murah dan menuntut pemerintah untuk mencabut peraturan pemerintah nomor 78/2015 tentang pengupahan. "Komponen KHL harusnya dinaikan menjadi 84 item. Peraturan nomor 78/2015 telah menghilangkan hak berunding buruh tentang upah," ucapnya.

Lagi, Machbub menilai outsourcing dan magang merupakan bentuk perbudakan modern. Kemudian, lanjut negara harus bisa menjamin kesehatan rakyatnya.

"Kita juga menuntut harga listrik dan sembako. Upah yang terbatas mengakibatkan turunnya daya beli pekerja. Kesejahteraan guru honorer dan ojek online harus ditingkatkan," katanya.


Tonton juga video Massa Buruh Nyanyikan Lagu '2019GantiPresiden':

[Gambas:Video 20detik]

(ern/ern)