DetikNews
Selasa 30 April 2019, 11:52 WIB

Bea Cukai Musnahkan Sex Toys Hinga Liquid Vape Senilai Rp 770 Juta

Mochamad Solehudin - detikNews
Bea Cukai Musnahkan Sex Toys Hinga Liquid Vape Senilai Rp 770 Juta Bea Cukai Bandung musnahkan barang ilegal hasil sitaan tahun 2018 lalu. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Kantor Pengawasan dan Pelanayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A (KPPBC TMP A) Bandung memusnahkan ribuan jenis barang ilegal hasil sitaan tahun 2018. Di antaranya minuman keras, sex toys, kosmetik, liquid vape dan barang lainnya senilai Rp 770.893.000.

Pemusnahan ribuan barang ilegal itu berlangsung di Halaman Kantor KPPBC TMP A Bandung, Kota Bandung, Selasa (30/4/2019). Kepala KPPBC TMP A Bandung Onny Yuar Hanantyoko memimpin langsung prosesi tersebut.

"Pemusnahan ini kami laksanakan jelang Ramadan. Ini lebih pada kita melaksanakan Ramadan lebih baik, sekaligus menunjukkan ke masyarakat ini salah satu tugas visi misi bea cukai melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal," kata Onny saat prosesi pemusnahan.


Dia menyatakan, ribuan barang yang dimusnahkan terdiri dari hasil tembakau sebanyak 33.527 batang, minuman keras 105 botol, liquid vape 4.060 botol, sex toys 923 buah, kosmetik dan barang lainnya dengan total nilai Rp 770.893.000.

"Barang-barang yang dimusnahkan beragam, ada hasil tembakau, kemudian kosmetik, minuman keras. Kemudian tahun ini ada komoditi baru adalah liquid vape yang memang sejak 2018 sudah mulai pungutan cukai," katanya.


Dia juga mengungkapkan, sejumlah barang ilegal itu masuk melalui Bandara Husein Sastranegara dan melalui Kantor Pos Bandung. Semua barang itu merupakan hasil sitaan yang dilakukan selama tahun 2018.

"Barang-barang ini merupakan sitaan tahun 2018. Sebagian besar barang-barang ini merupakan barang impor yang tidak sesuai dengan administrasi," katanya.
Bea Cukai Musnahkan Sex Toys Hinga Liquid Vape Senilai Rp 770 JutaFoto: Mochamad Solehudin
Pihaknya memastikan proses pemusnahan sudah mendapat persetujuan dari pihak-pihak terkait. Selain itu barang yang dimusnahkan bukan barang bukti untuk penyidikan. Tapi barang yang dirampas karena secara administrasi tidak benar.

"Ini bukan masuk kategori disita untuk penyidikan. Tapi kami sita karena secara administrasi tidak benar," ujar Onny.
(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed