DetikNews
Jumat 26 April 2019, 18:24 WIB

Menteri PPN Curhat ke Oded Soal Kemacetan Kota Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Menteri PPN Curhat ke Oded Soal Kemacetan Kota Bandung Bambang Brodjonegoro curhat soal kemacetan di Kota Bandung. (Foto: Dok. Bappenas)
Bandung - Kemacetan di Kota Bandung kini sudah semakin parah. Hal itu, dirasakan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Di hadapan Wali Kota Bandung Oded M Danial, Bambang menceritakan pengalamannya saat terjebak macet di jalanan kota berjuluk Paris Van Java ini. Dia yang saat itu sedang menikmati suasana Kota Bandung bersama keluarganya harus terjebak macet sampai satu jam lamanya.

"Waktu itu weekend, malam minggu. Saya sedang berkunjung ke rumah ibu saya di sekitar Cimbuleuit. Dari rumah ibu saya mau makan di sekitar Gerlong (Geger Kalong). Karena kondisi ramai, saya coba potong jalan. Saya lewat Hegarmanah baru keluar, berhenti macet total. Satu jam enggak gerak," kata Bambang di Pendopo, Kota Bandung, Jumat (26/4/2019).


Karena kendaraan yang ditumpanginya tidak bisa bergerak, rencana makan bersama keluarga di sekitar Gerlong akhirnya batal. Bambang dan keluarganya memutuskan untuk makan di restoran terdekat.

"Akhirnya enggak jadi makan di sana, jadinya di restoran terdekat karena sudah lapar. Itulah Bandung yang saya rasakan (saat ini)," ucapnya.

Menurutnya salah satu penyebab kemacetan di Kota Bandung adalah belum adanya sistem transportasi massal yang memadai. Sehingga masyarakat masih bergantung pada kendaraan pribadi.

"Kenapa Bandung macet, karena tidak punya angkutan umum. Semua bergantung pada kendaraan pribadi. Alhasil pasti macet," ucapnya.


Untuk itu, pihaknya mendorong agar Pemerintah Kota Bandung bisa membangun sistem transportasi massal berbasis rel. Sehingga kemacetan yang selama ini menjadi 'momok' bisa teratasi.

"Jadikan (sistem transportasi) ini prioritas, salah satunya siasati dengan angkutan umum berbasis rel. Kita akan dorong LRT untuk Kota Bandung dan sekitarnya," ucapnya.

Dengan pembangunan LRT dia berharap masalah kemacetan di Kota Bandung bisa berkurang. Tapi dia meminta Pemkot Bandung tidak mengandalkan APBD atau APBN untuk pembangunan LRT tersebut. Perlu upaya lebih salah satunya menggunakan konsep kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU).

"Mudah-mudahan nanti orang tinggal di sekitar Bandung tidak perlu lagi khawatir dengan kemacetan. Tapi jangan andalkan APBN (untuk bangun LRT). Kalau mengandalkan APBN ini enggak yakin akan terlaksana," ucapnya.


Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengakui kemacetan menjadi masalah yang belum bisa teratasi. Menurutnya perlu ada dukungan dari semua pihak termasuk dari daerah sekitar agar kemacetan bisa teratasi.

"Kemacetan itu tidak bisa (diselesaikan) sendiri, harus koordinasi dengan daerah lain," ucapnya.

Tapi pihaknya berkomitmen berupaya menyelesaikan masalah yang ada untuk perbaikan kota. Dia juga meminta adanya pendampingan dari pemerintah pusat agar program yang ada bisa berjalan sesuai harapan.

"Kami sudah berdiskusi dengan berbagai pihak. Kami ingin bangun Bandung dengan Bandung Raya-nya. Untuk itu kami butuh, saya harap ada pendampingan, ada asistensi buat kami termasuk kucuran anggaran," ujarnya.
(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed