detikNews
Rabu 24 April 2019, 16:12 WIB

Anggaran TNI Dipersoalkan, Menhan: Jangan Egois!

Mukhlis Dinillah - detikNews
Anggaran TNI Dipersoalkan, Menhan: Jangan Egois! Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu kembali angkat bicara mengenai anggaran TNI yang disoal Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo. Ia menilai seharusnya kesejahteraan rakyat didahulukan ketimbang penambahan anggaran untuk TNI.

Ryamizard mengatakan saat ini kekuatan militer Indonesia masuk peringkat 10 dunia. Hal itu tentunya menjadi indikator garda pertahanan tanah air sangat memadai dibandingkan negara-negara tetangga.

"Perlu diketahui, kita tuh nomor 10 dunia dari 193 negara. Kita lemah atau kuat? Kuat lah kan 10 besar. Kita kan bisa buat kapal selam, kapal selam yang kelima itu bisa dijual, nanti pesawat tempur kita buat," kata Ryamizard usai memberikan pengarahan kepada ribuan prajurit Kodam III Siliwangi di Graha Tirta Siliwilangi, Kota Bandung, Rabu (24/4/2019).

Baca juga: Prabowo Ungkap Lagi Keinginan untuk Tambah Anggaran TNI

Menurutnya saat ini anggaran untuk pertahanan-keamanan di Indonesia mencapai Rp 200 triliun per tahun. Jumlah tersebut jauh lebih besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya yang hanya Rp 40 triliun.

"Kita utamakan adalah industri pertahanan, jangan beli-beli mulu. Kalau kita bisa buat, kenapa harus beli," ungkap dia.

Ia mengingatkan pihak-pihak yang menyoal anggaran TNI tidak egois. Seharusnya dalam hal ini juga mementingkan kebutuhan masyarakat yang belum merata khususnya kesejahteraannya.

"Kita kan tentara rakyat, rakyat kalau sudah terlalu parah kesejahteraanya harus rakyat dulu. Kita tentara rakyat, tentara pejuang. Gak boleh kita egois. Wah pokoknya tentara harus begini, rakyat biarin aja, gak boleh gitu," tegas Ryamizard.

Prabowo Subianto berjanji akan meningkatkan anggaran TNI. Hal tersebut ia sampaikan saat ditanya mengenai anggaran TNI usai menghadiri HUT ke-67 Kopassus.

"Insya Allah kita tambah," ujar Prabowo di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4).

Baca juga: Anggaran TNI Disoal, Menhan: Sudahlah Gatot Nurmantyo, Sudah, Sudah

Hal serupa juga disinggung mantan Panglima TNI Jendral (purn) Gatot Nurmantyo. Gatot menyoroti tidak sebandingnya anggaran untuk TNI. Menurutnya kekuatan TNI yang tidak didukung oleh pemerintah dari segi anggaran.

"Saat ini yang kritis adalah anggaran. Saya tidak menyalahkan siapa pun juga, tapi saya harus sampaikan karena saya mantan Panglima TNI, agar rakyat bersatu, jangan terpecah-pecah," kata Gatot di Surabaya, Jumat (12/4).
(mud/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed