detikNews
Senin 22 April 2019, 14:18 WIB

Kisah Kakek Sebatang Kara Huni Semak Belukar di Bandung Barat

Yudha Maulana - detikNews
Kisah Kakek Sebatang Kara Huni Semak Belukar di Bandung Barat Abah Aman tinggal seorang diri di area semak belukar. (Foto: Yudha Maulana)
Bandung Barat - Seorang pria lansia, Aman, sudah tiga tahun lebih menghuni area semak belukar. Ia tinggal beralaskan tanah dan beratapkan langit di pinggiran jalan tol atau tepatnya di Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Sehari-harinya, abah Aman yang berusia 85 tahun ini, bekerja sebagai pengangkut sampah. Kakek itu biasa berkeliling di sekitar pasar dekat Stasiun Padalarang dan Gedung Lima. Terkadang, ia memungut sampah hingga ke kampung tetangga di Cipulus.

Badannya mulai bungkuk. Jalannya sedikit gontai saat memikul karung di pundaknya. Biasanya, abah Aman mencari sampah mulai pukul 06.00 dan baru pulang petang ke 'rumah' semak belukar.

[Gambas:Video 20detik]


Masyarakat di sekitar Ciloa kenal betul dengan sosok Aman, karena terkadang ia bekerja hanya mengenakan sehelai sarung.

"Kadang sekali angkut sampah Rp 2.000, ya kalau untuk makan kadang suka ada yang ngasih ke abah, saudara dan tetangga juga suka ada yang datang bawa nasi," kata Aman kepada detikcom, Senin (22/4/2019).

Untuk menghangatkan badan dari dinginnya malam, Aman biasa membakar sampah yang dipungutnya di siang hari. Abu dan sisa pembakarannya, ia tutupi dengan pasir yang ia gali sebelum merebahkan badan di atasnya.

"Kalau dingin ya dingin, banyak nyamuk kalau malam. Tapi abah sudah biasa," ucap Aman.
Kisah Kakek Sebatang Kara Huni Semak Belukar di Bandung BaratAbah Aman mengaku berusia 85 tahun. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Kondisi tempat tinggalnya jauh dari kata layak huni. Ia menggali sedikit lubang yang menjorok ke semak-semak. Lubang itu, kadang Aman gunakan untuk beristirahat di siang hari.

"Saya tinggal sendiri, tidak menikah," ujarnya.

Bila hujan datang di kala malam, Aman biasanya berteduh di pos ojek yang dekat dari semak belukar tempat tinggalnya.

Sebelumnya, dia pernah menjadi terapis pengobatan alternatif. Namun, pekerjaan itu tak ia tekuni secara maksimal. "Enggak tahu abah juga, tiba-tiba seperti ini saja," katanya.

Melihat kondisi Aman yang sebatang kara, tetangga sekitar kerap memberikan bantuan berupa makanan atau pakaian. "Kalau pakaian enggak dibakar, tapi dijual untuk membayar utang saya ke warung-warung," ucap Aman.

Ironinya, lokasi tempat tinggal Aman kurang dari 600 meter dari area perkantoran Pemkab Bandung Barat. Namun, hingga kini belum ada bantuan yang datang. "Kalau dari Pemkab belum ada, tapi kemarin ada teman-teman dari komunitas sosial dan mahasiswa mau membangunkan bale untuk Abah Aman," ujar Syaeful (35), warga sekitar kepada detikcom.
Kisah Kakek Sebatang Kara Huni Semak Belukar di Bandung BaratAbah Aman sudah tiga tahun tinggal di area semak belukar. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Komunitas tersebut, ujar Syaeful, berencana membuat bale yang terbuat dari rangka baja ringan. Sebelumnya, ia pernah mengajak warga sekitar untuk membuat membuat bale dari bambu, namun ditolak oleh Aman.

"Enggak mau merepotkan katanya, kayu untuk rumahnya juga dibakar. Tetangga juga sebenarnya banyak yang peduli," kata Syaeful.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com