DetikNews
Rabu 17 April 2019, 06:29 WIB

Kisah di Balik Video Viral Kemarahan Bocah Pemulung

Yudha Maulana - detikNews
Kisah di Balik Video Viral Kemarahan Bocah Pemulung Foto: Tangkapan layar video viral
Bandung Barat - Video seorang murid SD yang bersitegang dengan sejumlah temannya di sebuah kelas ramai di media sosial beberapa hari ke belakang.

Dilihat dari video durasi 30 detik itu, yang menjadi pangkal masalah di antara anak-anak itu adalah karena sepatu si gadis kecil rusak oleh salahsatu temannya.

Kemudian temannya menyatakan akan mengganti sepatu itu. Si gadis kecil meminta kalaupun temannya akan mengganti jangan dengan uang orangtuanya, harus uang sendiri. Salahsatu temannya menjawab bahwa si gadis kecil itu pun mendapatkan uang dari ayah ibunya.

Mendengar itu, terlihat si gadis menjawab sambil menangis dan nada tinggi dan mengatakan bahwa sepatunya merupakan hasil ia memulung karena ia telah ditinggalkan ayah ibunya.

Reaksi emosional dari si gadis kecil itulah yang membuat netizen terenyuh. Banyak yang mengapresiasi kemarahan si gadis kecil dan mendoakannya menjadi orang sukses di kemudian hari.

Ditelusuri redaksi, gadis kecil dalam video tersebut bernama Nabila (12). Ditemui di rumahnya di Kp Cibodas RT 03 RW 07, Ds Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Nabila menceritakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 6 April 2019 di kelas. Ia bersekolah di SDN Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kelas 6.

Ketika itu, sepatunya diduduki oleh seorang temannya sehingga bolong. "Sepatu aku didudukin temen, ya aku marah karena ada bolongnya. Aku enggak ingin diganti, cuma ingin teman minta maaf, itu aja," ujar Nabila saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (16/4/2019) malam.

Nabila marah sebab sepatu itu memang ia beli dari hasil jerih payahnya mengumpulkan rongsokan sepulang sekolah. "Kata teman nanti diganti, tapi tetap aku enggak mau, jadinya ya begitu (marah)," ujar gadis kecil manis ini.
NabilaNabila Foto: Yudha Maulana

Meski kesal dan marah karena sepatunya rusak, Nabila mengaku itu tak berlangsung lama. Ia menganggap teman-temannya tak sengaja. "Ya Sabtu marahnya, Senin udah baikan lagi, ya namanya juga anak-anak," ucapnya sambil tersenyum.

Ia pun tidak tahu persis siapa temannya yang merekam dengan menggunakan ponsel. "Itu temen aku, tapi enggak tahu siapa," katanya.

Kebetulan saat detikcom berbincang dengan Nabila, Deni, wali kelasnya datang. Deni mengaku kejadian itu terjadi saat jam ekstrakulikuler. Ia pun awalnya tidak tahu jika ada kejadian yang menjadi viral di kelasnya.

"Saat kejadian saya berada di ruang guru karena ada urusan administrasi, kebetulan ruang kelas enam memang agak jauh dari ruang guru," ujar Deni.

Soal salahsatu murid yang merekam kejadian itu dengan handphone, Deni mengatakan, memang di sekolahnya ada pelajaran khusus yang membolehkan murid membawa ponsel sebagai media belajar. Namun ia tak mengetahui ada rekaman kejadian itu.

Deni baru mengetahui kejadian ini setelah orang tua murid yang anaknya di dalam video menemuinya pada Senin (15/4/2019).

"Orang tua menanyakan, tapi setelah saya klarifikasi perundungannya tidak seliar seperti yang beredar di medsos, soalnya anak-anak sudah kembali berteman seperti biasa lagi," ujarnya.

Ia pun mewajarkan Nabila bersikap reaktif. "Soalnya anaknya berasal dari keluarga broken home, tapi rasa ingin tahu dia cukup tinggi," katanya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed