Antar Logistik di Sukabumi, Lewati Jalan Terjal dan Susah Sinyal

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 16 Apr 2019 19:40 WIB
Foto: Istimewa
Sukabumi - Sejumlah tantangan dihadapi petugas gabungan di Sukabumi, Jawa Barat saat mengantar logistik untuk keperluan Pemilu 2019, 17 April besok. Jalanan licin, tanjakan ekstrem hingga sulit sinyal.

Personel gabungan TNI dan Polri mengawal logistik Pemilu yang dibawa personel Linmas, di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Ada 33 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mendapat perhatian petugas, dua di antaranya sulit diakses menggunakan kendaraan roda empat karena terpencil.

Jalan sempit berlumpur dan terjal dilalui petugas antar menggunakan kendaraan roda dua. Ada sebanyak 6.925 Daftar pemilih tetap di Desa Cikidang. Mereka tersebar di 33 TPS.

"Di Kecamatan Cikidang ada dua kampung yang memang ekstra pengantarannya. Kampung Gunungbatu dan Kampung Neglasari jarak tempuh sekitar 10 kilometer dari kantor desa memakan waktu selama 2 sampai 3 jam," kata Ketua PPS Dedah kepada detikcom, Selasa (16/4/2019).

Menurut Dedah jalanan licin dan berlumpur menjadi tantangan tersendiri petugas antar, selain itu tidak adanya sinyal membuat petugas kesulitan memberikan update perjalanan kepada petugas yang berjaga di TPS.

"Akhirnya memanfaatkan sinyal radio komunikasi yang dibawa kepolisian dan TNI, karena di beberapa titik memang sulit sinyal telepon selular," lanjutnya.

Petugas Blusukan Tembus Jalan Terjal

Kondisi serupa juga menjadi tantangan petugas pengamanan di Polsek Lengkong, Resor Sukabumi. Jarak tempuh sejauh 38 kilometer menggunakan jalur yang menantang, keluar masuk ke dalam hutan karena tidak adanya akses jalan lain.

"Contohnya TPS 18 berlokasi di Kampung Cipatat, anggota kita bersama personel TNI dari Koramil harus berjuang ekstra karena melalui jalanan setapak yang sebenarnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kita juga ingin logistik sampai tepat waktu, harapannya sebelum hujan sudah sampai di TPS yang dimaksud karena kalau hujan tantangannya berlipat," ujar Kapolsek Lengkong AKP Didik Sardadi.

Selain jalan yang ekstrim, kampung tersebut juga tidak terjangkau jaringan seluler. Untuk mendapatkan sinyal personel mencari tempat tinggi agar benar-benar terjangkau sinyal untuk berkomunikasi.

"Sinyal di sana enggak ada. Untuk komunikasi ya nyari-nyari aja sinyal yang ada baru bisa komunikasi, kita belum menggunakan radio komunikasi karena belum di setting dengan frekwensi yang lengkong," tambah dia dia.

Motor Engkrek Jadi Solusi Antar Logistik

Di Kecamatan Cidolog, petugas antar memanfaatkan motor engkrek yang biasa digunakan warga untuk angkutan hasil hutan dan kayu. Sebagian logistik keperluan TPS diangkut menggunakan motor tersebut, ada juga sebagian diangkut dengan cara dipanggul melintasi jalanan licin.

"Kalau motor enggak masuk kita panggul, petugas Panwas mengikuti berjalan kaki, di lokasi ini ada dua sasaran kiriman logistik menuju TPS Cibeber dan TPS Ciwajar di Desa Cikarang yang memang ekstrim. Jarak tempuh 7 kilometer, kalau hujan motor kita kasih rantai di bagian bannya semuanya dikawal petugas Bawaslu yang mulai berjaga mulai hari ini sampai besok," kata Tedi Rahmat selaku Komisioner Panwas Kecamatan Cidolog. (sya/ern)