detikNews
Selasa 16 April 2019, 12:49 WIB

Pria di Ciamis Sulap Tanah dan Sampah Jadi Lukisan Bernilai

Dadang Hermansyah - detikNews
Pria di Ciamis Sulap Tanah dan Sampah Jadi Lukisan Bernilai Hasil karya lukisan yang dibuat dari cat berbahan tanah dan sampah di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Kusnandang (42) alias Joko warga Dusun Sumur Bandung, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat ini mampu menyulap tanah dan sampah menjadi lukisan unik bernilai tinggi.

Pria yang lajang ini menekuni hobi dan bakat melukisnya sejak tahun 2006 lalu. Karena keterbatasan biaya untuk membeli cat, ia mencoba berinovasi menggunakan pewarna alami yang ia olah. Seperti warna hitam, Joko peroleh dari isi batu baterai atau arang.

Ia memperoleh tanah di sekitar tempat tinggalnya dan lumpur dari Sungai Citanduy. Termasuk menggunakan sampah di sekitar rumahnya sebagai upaya daur ulang. Lalu dipadukan antara sampah dan pewarna alami dari tanah, arang dan kapur di atas kanvas.

"Jadi saya ingin berkarya, tapi lewat daur ulang. Kampanye lingkungan disentuh dengan karya seni. Menggunakan sampah plastik, styrofoam ada juga dari alam seperti bongol (pelepah) pisang, bambu, kulit pohon, lidi dan barang bekas lainnya," ujar Joko saat ditemui di Rumah Kreatif Ciamis di Desa Karangkamulyan, Selasa (16/4/2019).
Pria di Ciamis Sulap Tanah dan Sampah Jadi Lukisan BernilaiFoto: Dadang Hermansyah
Joko mengaku terinspirasi dari kampanye go green. Kemudian kampanye tersebut ia realisasikan melalui hobi melukisnya. Joko telah membuat ratusan lukisan yang dikoleksi sendiri. Namun ada beberapa lukisan yang berhasil dijual dengan harga jutaan rupiah.

Lukisan yang ia buat mulai dari abstrak, kaligrafi, gambar hewan seperti naga dan ikan, hingga wajah tokoh nasional seperti Presiden Sukarno, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Presiden Joko Widodo. Bahkan ia mengaku baru menyelesaikan lukisan wajah Atalia alias Ibu Cinta yang tak lain istri Ridwan Kamil.

"Paling banyak ya lukis wajah orang yang menginspirasi seperti Presiden Sukarno dan Kang Emil (Ridwan Kamil). Tapi ada juga gambar lainnya, yang dibuat menggunakan bubuk gergaji, lidi, tapi untuk pewarna tetap pakai tanah yang ekonomis, tidak ada yang pakai cat," katanya.


Joko bersyukur sejak bulan lalu lukisannya bisa dipamerkan di Rumah Kreatif Ciamis yang baru didirikan oleh tokoh masyarakat setempat secara mandiri. Salah satu inisiator yang juga pemilik rumah adalah Pipin Aripin.

"Dulu disimpan di rumah, alhamdullilah sekarang dipajang di rumah kreatif jadi karya saya bisa dilihat oleh banyak orang. Alhamdulillah rumah kreatif ini mulai banyak dikunjungi masyarakat," ucapnya.


Ke depan, rumah kreatif tersebut akan dijadikan sebuah destinasi wisata edukasi di Karangkamulyan. Koleksi karya seni juga bukan hanya lukisan, tapi ada juga kerajinan tangan dan miniatur seperti miniatur sepeda motor dan miniatur rumah. Bahkan akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk memberdayakan rumah kreatif tersebut.

"Nantinya rumah kreatif ini larinya untuk usaha kecil menengah. Akan dibangun juga warung dan kafe untuk nongkrong kaum milenial. Hanya karena keterbatasan dana itu belum terwujud. Berharap ada pihak maupun pemerintah yang mau mengembangkan rumah kreatif ini," ujar pendiri Rumah Kreatif Ciamis Pipin Aripin.
Pria di Ciamis Sulap Tanah dan Sampah Jadi Lukisan BernilaiFoto: Dadang Hermansyah
Sementara itu, Kepala Desa Karangkamulyan M Abdul Haris menyambut baik telah berdirinya rumah kreatif di wilayahnya. Sehingga menambah potensi wisata di Ciamis. Tak hanya situs budaya, pabrik pengolahan kelapa dan UKM.

"Tiga destinasi ini sangat menunjang, jadi kami sangat berharap perhatian dari Kementerian dan Provinsi untuk memperkuat wisata ini," ujar Abdul.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed