Viral Video Perempuan Dilecehkan Kernet Angkot di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 16 Apr 2019 12:41 WIB
Lelaki kernet angkot. (Foto: tangkapan layar YouTube)
Garut - Viral video perempuan menguber lelaki kernet angkutan kota (angkot) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Perempuan itu menyebut sang kernet mengucapkan kalimat tak senonoh.

Video tersebut tersebar dan jadi perbincangan warganet di media sosial. Sebagaimana dilihat detikcom, Selasa (16/4/2019), dalam sebuah video berdurasi 27 detik yang diunggah di YouTube oleh akun Ramadhan ABD dengan judul 'Pelecehan Seksual Di Tempat Umum Daerah Garut', seorang perempuan terdengar memarahi seorang pria yang diketahui merupakan kernet angkot.

"Nih orang ini nih, gak ada sopan-sopannya. Bapak sini pak, bapa tadi ngomong apa pak. Sopan dong pak sama perempuan, jangan dibiasakan kayak gitu. Emang saya takut, ngaku dong pak. Ngomong apa tadi, ulangin. Bisa sopan gak kalau anak bapak digituin gimana, kurang ajar. Udah tua juga bukannya inget mati," ujar perempuan dalam video itu.

Dalam deskripsi video itu menjelaskan, mulanya perempuan itu tengah berjalan menyusuri trotoar. Saat tiba di setopan angkot, perempuan tersebut ditawari naik angkot oleh sang kernet.

Alih-alih menawarkan jasa angkot, kernet itu malah berucap tidak sopan dengan melontarkan kalimat bernada nakal soal ukuran bagian tubuh perempuan tersebut. Dalam video itu terlihat si perempuan berang dengan ulah kernet angkot. Dia mengejar dan merekam wajah lelaki kernet yang terlihat menghindar lalu naik angkot.

Setelah ditelusuri, perempuan yang mengalami kejadian tersebut ialah inisial Bkr. Warga Kecamatan Leles, Garut, berusia 22 tahun, itu menjelaskan peristiwa yang dialaminya berlangsung Januari 2019 lalu.

"Videonya 30 Januari. Bapak ini melecehkan dengan kata-katanya. Saat itu saya merasa dia berlaku kurang sopan kepada saya. Kemudian saya ambil HP dan saya rekam," ujar Bkr saat dihubungi via telepon.

Kasus dugaan pelecehan verbal ini tengah diselidiki polisi. Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dikerahkan untuk mengusut kasus tersebut.

"Coba kami selidiki. Untuk sementara tidak ada laporan yang masuk ke kita terkait kejadian tersebut," ujar Maradona di Mapolres Garut. (bbn/bbn)