DetikNews
Sabtu 13 April 2019, 14:24 WIB

Bawaslu: Seluruh Daerah di Jabar Berpotensi Ada Politik Uang

Mukhlis Dinillah - detikNews
Bawaslu: Seluruh Daerah di Jabar Berpotensi Ada Politik Uang Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Jabar tahun ini cukup tinggi atau peringkat tiga secara nasional. Bawaslu Jabar mengantisipasinya di seluruh wilayah terutama potensi praktik politik uang saat Pemilu 2019.

Berdasarkan pemetaan Bawaslu RI, Provinsi Papua merupakan wilayah paling rawan dengan skor IKP paling tinggi (55,08), kemudian Yogyakarta (52,67), dan Jawa Barat (52,11) di posisi ketiga.


Dalam pemetaan tersebut, Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang paling rawan di Jabar. Meski begitu, Bawaslu Jabar tetap mewaspadai seluruh wilayah dari ancaman gangguan kelancaran pemilu tahun ini.

"Jadi sebenarnya kita melakukan kesiagaan terhadap semua (wilayah), hampir seluruh kabupaten-kota berpotensi ada money politic, itu yang kita antisipasi," kata Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan via sambungan telepon, Sabtu (13/4/2019).

Menurutnya, masa tenang dan hari pemilihan sangat rawan terjadi praktik politik uang. Pihaknya mengantisipasinya dengan berpatroli ke lapangan mendatangi seluruh wilayah di Jabar.

"Strategi ini minimal Bawaslu hadir dalam titik kerawanan pada fase hari H atau hari tenang. Itu masih menjadi fokus kita karena politik kita dirusak oleh money politic," tutur dia.


Selain ancaman politik uang, Bawaslu Jabar mengamati kerawanan lainnya berupa kampanye hitam, intimidasi hingga alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang di ruang publik saat masa tenang.

"Kita juga mengawasi aspek netralitas ASN pemilu tahun ini. Intinya kita siaga dan terus mengawasi ragam potensi kerawanan," ujar Abdullah.


Simak Juga 'Bawaslu Gandeng KPK Awasi Politik Uang':

[Gambas:Video 20detik]


(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed