DetikNews
Rabu 10 April 2019, 17:59 WIB

Depan Nelayan Sukabumi, 2 Menteri Kompak Pamerkan Program Jokowi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Depan Nelayan Sukabumi, 2 Menteri Kompak Pamerkan Program Jokowi Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan Kemenko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memamerkan program Presiden Jokowi kepada para nelayan di Sukabumi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palangpang, di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Rabu (10/4/2019).

Keduanya tiba menggunakan helikopter jenis super puma dan mendarat di lapangan bola desa setempat. Terlihat dalam rombongan Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Dandim 0622 Letkol Inf Haris Sukarman.

Dalam sambutannya, Menteri Sofyan menyebut pihaknya menargetkan pada tahun 2024 nanti seluruh tanah di Indonesia akan tersertifikasi.

"Kepedulian Presiden Joko Widodo terhadap sertifikasi tanah sejak 2017 lalu sebanyak 5 juta sertifikat tanah dibagikan, 2018 9 juta sertifikat tanah dibagikan lalu tahun ini ditargetkan 11 juta sertifikat tanah dibagikan kepada masyarakat. Target kita 2024 nanti seluruh tanah sudah bersertifikat," kata Sofyan disambut tepuk tangan warga nelayan dan sejumlah tamu undangan yang hadir.

Sofyan menjelaskan sertifikasi tanah dilakukan untuk menghindari sengketa tanah yang nantinya malah merugikan masyarakat. "Biar tidak ada lagi nanti yang namanya sengketa tanah di masyarakat. Insya Allah masyarakat di sini nanti akan kita prioritaskan, saya akan menugaskan BPN untuk datang ke sini," lanjutnya.

Setelah itu giliran Menko Luhut yang memberikan sambutan. Ia menyebut sejumlah capaian yang dilakukan pemerintahan Jokowi. Mulai dari pendidikan, kesehatan termasuk salah satunya sektor kemaritiman.

"Kami meluncurkan program Satu Juta Nelayan Berdaulat, berdaulat dimaksudkan agar nelayan berdaulat mengoptimalkan potensi laut Indonesia, berdaulat menjaga lautan Indonesia, serta berdaulat mengelola hasil laut sendiri," ungkapnya.

Dengan program ini Luhut berharap nantinya nelayan bisa langsung menjual ke konsumen tanpa melalui tengkulak. Dengan sistem seperti itu, menurutnya nelayan akan menikmati keuntungan yang lebih besar.

"Program ini kita launching di sini, Sukabumi sebagai Pilot Project dilanjutkan nanti Ambon dan daerah lainnya," tandas dia.

Pengamatan detikcom, sejumlah warga nelayan yang hadir sempat beberapa kali berteriak Jokowi sambil tepuk tangan. Mendengar hal itu Luhut mengaku tidak ingin terpancing.

"Sudah-sudah jangan mancing-mancing, saya enggak boleh enggak boleh. Soal itu hak kalian lah, mau pilih siapa," ujarnya disambut tepuk tangan riuh warga.
(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed