Spanduk Caleg dan Capres di Bandung Ditempeli Poster Baja Hitam

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 10 Apr 2019 13:52 WIB
Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Aksi vandalisme terjadi pada sejumlah spanduk caleg atau capres peserta pemilu 2019 di beberapa ruas jalan Kota Bandung. Spanduk yang dipasang di pinggir jalan itu ditempeli poster menyerupai tokoh baja hitam.

Seperti yang dilihat detikcom di persimpangan Jalan LL RE Martadinata-Jalan Seram dan Jalan Siliwangi-Jalan Sangkuriang pada Rabu (10/4/2019) siang. Di tempat ini sejumlah spanduk ditempel poster berwarna putih-hitam.

Poster-poster tersebut sebagian besar menutupi gambar asli spanduk. Namun ada juga yang hanya tertutup sebagian karena ukuran spanduk lebih besar dari pada poster. Ada juga spanduk yang sebelumnya tertempel poster namun telah dibersihkan.

Dari hasil pengamatan terdapat tiga jenis poster yang ditempel di sejumlah spanduk. Poster pertama terdapat tulisan 'GOLD' pada bagian atasnya. Pada bagian gambar terlihat seperti orang menggunakan topeng mirip serangga layaknya tokoh baja hitam. Sepertinya tokoh pada poster pertama ini adalah seorang wanita karena rambutnya terurai panjang. Ia berpose dengan menunjukan simbol segitiga. Tepat di bawah poster terdapat angka 6.

Sama dengan yang pertama, poster kedua dengan tulisan 'GLORY' juga menyerupai tokoh baja hitam. Bedanya tokoh di poster kedua ini memiliki rambut pendek sebahu. Tokoh ini berpose menyilangkan kedua tangannya menyerupai huruf 'X'. Terdapat juga angka 2 tepat di ujung bawah poster.

Poster terakhir dengan tulisan atas 'GOOGLE' ini pun sama-sama mirip tokoh baja hitam. Ia berambut panjang dan berpose mengangkat kedua tangannya seperti orang sedang berdoa. Untuk poster ini, terdapat angka 36 di ujung bawahnya.
Spanduk Caleg dan Capres di Bandung Ditempeli Poster Baja HitamFoto: Tri Ispranoto

Meski memiliki perbedaan, namun ada sejumlah kesamaan pada tiga poster ini. Ketiganya terpampang dalam latar berwarna putih dan bingkai hitam. Hal lain yang sama adalah ketiga tokoh tersebut menjulurkan lidah dan terdapat kotak putih menyerupai sehelai kertas.

Sejumlah masyarakat yang berada di sekitar lokasi mengaku tidak tahu kapan dan siapa orang yang melakukan aksi vandalisme tersebut. Diduga aksi tersebut dilakukan pada saat malah hari dan kondisi sepi.

"Enggak tahu saya juga. Tapi kalau enggak salah ini sudah ada semingguan. Awalnya banyak, tapi ada beberapa yang dicabut," ujar Ujang, salah seorang petugas parkir di Jalan LL RE Martadinata itu.

Hingga kini pelaku vandalisme masih menjadi misteri. Tidak ada jejak berupa identitas nama atau kelompok yang biasanya terdapat dalam setiap aksi vandalisme.

(tro/ern)