Perjuangan Keluarga Rawat Aep yang Bertubuh Kering Kerontang

Perjuangan Keluarga Rawat Aep yang Bertubuh Kering Kerontang

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 09 Apr 2019 13:01 WIB
Perjuangan Keluarga Rawat Aep yang Bertubuh Kering Kerontang
Aep Saefulloh (45) terbaring sakit dengan kondisi tubuh kering kerontang di rumahnya. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi - Aep Saefulloh (45) hanya bisa terbaring lemah di kediamannya di Gang Albarokah, Jalan Kamarung Atas RT 1 RW 5, Citereup, Kota Cimahi. Ia diduga mengalami dehidrasi berat sehingga membuatnya kesulitan untuk berjalan.

Tubuhnya kering kerontang, matanya kosong saat ditemui detikcom di kediamannya. Aep hanya mengenakan sarung saat dibaringkan di atas kasur yang berada di tengah rumahnya.

"Diagnosa awal kena lambung, tapi kemudian seminggu pulang dari rumah sakit kena dehidrasi, enggak bisa apa-apa," ujar Wiwin (43), istri Aep saat ditemui di kediamannya, Selasa (9/4/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sehari-hari Aep bekerja sebagai tukang ojek di samping pekerjaan utamanya sebagai tukang sol sepatu keliling. Sejak sakit sebulan yang lalu, ia hanya bisa terbaring di tengah rumah.

Ia sempat dirawat selama lima hari di rumah sakit, namun karena keterbatasan biaya akhirnya keluarga membawa Aep kembali pulang ke rumah.

Untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari, Wiwin bekerja serabutan di ladang milik tetangganya. Ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 50.000 sehari, uang itu ia manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan popok dewasa Aep.

"Kalau dicukup-cukup ya enggak cukup, dulu popok itu sebungkus dua hari, sekarang sebungkus untuk satu hari. Apalagi ada lima orang di rumah ini," ucap Wiwin.

Dari hasil pernikahannya dengan Wiwin, Aep dikarunia tiga orang anak. Wiwin mengatakan, untuk menambal kebutuhan hidup, Adi, anak keduanya bekerja sebagai buruh tani dengan upah yang minim. Sebab Adi hanya bekerja seminggu tiga kali di pengemasan sayur milik AURI.

"Uangnya juga kadang enggak cukup, baik buat dirinya maupun atau keluarga," katanya.


Walau di tengah keterbatasan, keluarga Wiwin tak mau menyerah dengan keadaan. Mereka tetap berjuang mengupayakan kesembuhan untuk Aep. Mereka pun enggan untuk mengemis bantuan kepada pihak terkait.

"Sebisa-bisa kami saja, kami sekarang sedang berusaha membawa bapak kembali ke rumah sakit," katanya. (tro/tro)


Berita Terkait