DetikNews
Senin 08 April 2019, 20:22 WIB

Polisi Alihkan Lalu Lintas Saat Jokowi Kampanye di Karawang

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Polisi Alihkan Lalu Lintas Saat Jokowi Kampanye di Karawang Foto: Rifkianto Nugroho
Karawang - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo akan menggelar kampanye akbar di Stadion Singaperbangsa, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang, Selasa 9 April besok.

Terkait hal tersebut polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan akibat konsentrasi massa. Untuk melayani pengguna jalan, Satlantas Polres Karawang menyiagakan 410 personel di sepanjang jalan yang dilalui Jokowi.

"Kami akan lakukan rekayasa lalu lintas karena diprediksi terjadi penumpukan kendaraan," kata Kasatlantas Polres Karawang AKP Bariu Bawana saat dikonfirmasi detikcom via telepon, Senin (8/4/2019).


Bariu menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan dimulai sekitar pukul 8.00 WIB. Titik prioritas, adalah sepanjang Jalan Ahmad Yani mulai dari Mega M hingga perempatan Pemda Karawang.

Meski begitu, kata Bariu, kendaraan roda 2 dan 4 masih boleh melintas. "Sedangkan truk dilarang masuk Ahmad Yani, dan dialihkan ke Jalan lingkar luar Karawang," ucapnya.

"Truk dari arah Karawang Barat dialihkan via Tanjung Pura lanjut ke Jalan Baru Klari. Kendaraan dari Karawang Timur kita alihkan via Johar ke arah Jalan Baru Klari," jelas Bariu menambahkan.


Menurutnya dari hasil rapat terakhir, Jokowi menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan Galuh Mas, Karawang Barat. Rombongan langsung menuju Stadion Singaperbangsa menggunakan rute Jalan Perumnas Telukjambe dan Jalan Interchange Karawang Barat.

Sementara itu di Bundaran Mega M, tidak terjadi pengalihan arus. "Karena kegiatan di pagi hari, masih banyak pelayanan dari instansi lain dan banyak aktivitas warga. Jadi tidak ada pengalihan, berdasarkan prioritas dan selektif saja. Namun apabila kendaraan menumpuk, kita alihkan jalur via Jalan Panatayuda 1," katanya.

Kepolisian juga telah menyiapkan 7 kantong parkir di sekitar Kompleks Pemkab Karawang untuk massa yang datang. Jika tak cukup maka kepolisian akan membuat sistem parkir darurat.

"Bila masih tak menampung, kita buat parkiran sepenggal-sepenggal (setengah jalan) agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat," ujar Bariu.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed