detikNews
Sabtu 06 April 2019, 14:59 WIB

Si Kalem, Mesin Pelayanan Kependudukan dan Izin di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Si Kalem, Mesin Pelayanan Kependudukan dan Izin di Sukabumi Camat di Sukabumi buat inovasi mesin mengurus perizinan dan surat kependudukan (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi - Inovasi memangkas birokrasi diperkenalkan Fajar Rajasa seorang Camat Gunungpuyuh Kota Sukabumi, Jawa Barat. Inovasi teknologi berupa mesin mirip Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ini bisa memproses keperluan warga membuat surat kependudukan dan perizinan.

Mesin yang dinamai Sistem Kotak Layanan Elektronik Mandiri atau disingkat Si Kalem itu bisa memproses Surat Keterangan Usaha (SKU) surat domisili, surat pindah, surat keterangan lahir, surat kematian dan 24 jenis surat layanan lainnya itu akan ditempatkan di setiap kelurahan di wilayah Kecamatan Gunungpuyuh.

"Selama ini ada pandangan warga yang merujuk kepada ribetnya memproses surat-surat di kelurahan maupun di kecamatan. Kadang ketika membutuhkan tanda tangan lurah atau camatnya sedang tidak di tempat nanti lewat mesin ini tanda tangan bisa diproses tanpa hadirnya lurah atau camat, semua sistemnya digital," kata Fajar Rajasa kepada awak media usai melounching layanan Si Kalem, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Fajar, nantinya warga yang membutuhkan layanan untuk keperluan dokumen cukup membawa salinan atau fotokopi persyaratan dan surat keterangan RT dan RW. Surat-surat tersebut dimasukan ke dalam mesin Si Kalem yang secara mandiri akan memproses dan menscan berkas tersebut.

Setelah memasukan berkas, salinan dokumen persyaratan itu nantinya akan secara otomatis dikembalikan kepada warga. Setelah persyaratan terpenuhi, warga lalu diminta untuk mengisi data diri dan surat keterangan yang dibutuhkan. Setelah sekitar 15 menit, maka surat yang dibutuhkan akan keluar secara otomatis setelah dibubuhi tanda tangan digital oleh pejabat yang dituju.

"Nantinya akan ada notifikasi melalui ponsel yang diterima oleh pejabat yang akan menandatangani, misalkan yang dituju camat maka notifikasi akan diterima oleh camat dan selanjutnya akan mengecek berkas persyaratan secara real time apabila lengkap nanti akan membubuhkan tanda tangan secara digital melalui ponsel," jelas dia.

Fajar meyakini proses melalui Si Kalem juga menghindari kemungkinan praktek pungli di layanan pemerintahan. Selain itu, Si Kalem juga jawaban untuk RT dan RW yang merasa kerap tidak dilibatkan dalam pelayanan pemerintahan.

"Namanya mesin ga bisa diajak nego ketika pemohon berkasnya kurang lengkap, masa mesin mau diajak ngopi atau dikasih rokok. Ini juga jawaban untuk RT dan RW yang merasa mereka tidak dilibatkan dalam layanan pemerintahan karena satu syarat yang wajib dalam mesin ini adalah rekomendasi mereka," ujarnya.

Selain itu Si Kalem juga terintegrasi dengan layanan administrasi kependudukan dan mampu menyimpan data secara digital. Dengan metode semacam ini tidak akan ada lagi dokumen atau data yang tercecer.

"Si Kalem juga aman, kalau misalkan ada pemalsuan data atau ketidaksamaan data secara otomatis maka sistem akan menolaknya. Semua berkas tersimpan rapi secara digital, jad kalau fisik kan bisa hilang atau tercecer kalau melalui mesin ini pengadministrasiannya juga lebih mudah dan bisa dilacak kapan saja" kata Fajar.
(sya/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com