Enggun Suryadi, ketua RT 1 RW 1, Kampung Utama Jaya menuturkan, penangkapan itu membuat heboh warga setempat. Sekitar pukul 20.00 WIB, puluhan pria terlihat mengepung ruko yang terdapat gerobak kebab di Jalan Suhud Hidayat, Kelurahan Adiarsa.
"Bahkan jalan Suhud Hidayat sampai ditutup, diblokir mobil. Banyak warga kami melihat pria berpakaian hitam-hitam memakai tutup kepala masuk ke ruko tersebut," kata Enggun saat ditemui detikcom di lokasi, Kamis (4/4/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, kata Enggun, seorang pria bernama Arif dibawa petugas ke dalam mobil. Penangkapan Arif kata Enggun mengagetkan warga. "Saya tidak menyangka dia ditangkap. Tidak ada yang tahu penyebab dia ditangkap," kata Enggun.
Saat penangkapan berlangsung, Enggun mengaku dicari orang yang mengaku dari Mabes Polri. "Saya dicari petugas yang menangkap. Saat saya hampiri, dia mengenalkan diri sebagai petugas dari Mabes Polri," tuturnya.
Enggun menuturkan, Arif dikenal sebagai pribadi yang supel. Seingat Enggun, pedagang kebab itu baru setahun tinggal di Kampung Utama Jaya. "Dia berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Menikah dengan perempuan warga kami dan baru saja punya bayi" kata Enggun.
Meski sudah satu tahun tinggal di Karawang, Enggun mengatakan Arif belum menyerahkan KTP dan dokumen kependudukan lainnya. "Sejak pertama kali pindah ke sini, dia belum serahkan KTP atau KK. Padahal saya sudah minta," ungkap Enggun.
Meski demikian, Enggun menyatakan Arif dikenal sebagai pribadi yang supel dan periang. Setiap hari, kata Enggun, Arif kerap mengobrol dan bercanda. "Setahu saya, dia orang baik. Supel, ramah dan sering bergaul dengan masyarakat. Dia juga suka ngasih saya kebab gratis. Kebabnya enak," katanya.
Enggun Suryadi. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom) |
Beredar kabar, terjadi penangkapan di tiga tempat di Karawang. Selain di Adiarsa, polisi juga meringkus orang di Kecamatan Majalaya dan Kotabaru. Sampai berita ini ditulis, Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra belum bisa dikonfirmasi. Telepon dan pesan elektronik dari belum dibalas. (tro/tro)












































Enggun Suryadi. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)