Ropi Terpaksa Jaminkan KTP untuk Bayar Tagihan Rumah Sakit

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 03 Apr 2019 15:06 WIB
Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Ropi Ropidah, warga Kampung Cihamirung RT 03 Rw 04, Desa Mekarjaya, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat terpaksa menjaminkan kartu tanda penduduk (KTP) miliknya untuk melunasi utang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Cara itu ditempuh Ropi untuk menebus biaya pengobatan suaminya, Asep Nugraha (35), yang menderita penyakit Tuberculosis (TBC) sebesar Rp 1.025.000 untuk biaya perawatan selama delapan hari.

Asep dirawat sejak 22 Maret lalu dan divonis menderita TBC kronis oleh pihak rumah sakit sehingga harus menjalani pengobatan selama satu tahun.

"Sekarang suami saya sudah pulang, saya diberi waktu sampai 14 April untuk melunasi utang, sekarang baru terkumpul Ro 400 ribu, itu juga dibantu dan pinjam sana sini dari tetangga," kata Ropi saat dihubungi detikcom melalui telepon selulernya, Rabu (3/4/2019).

Awalnya, Ropi hendak menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun ditolak oleh pihak rumah sakit. "Dari database, kartunya sudah diblokir dan tak bisa digunakan," katanya.

Ia pun sempat mengonfirmasi hal tersebut ke puskesmas dan BPJS Kesehatan di Cimahi. Ia mendapatkan jawaban jika kartu yang dimilikinya merupakan tanggungan pemerintah daerah.

"Kenapa enggak berlaku kan saya juga penerima iuran dari pemerintah, saya tidak tahu alasan diblokirnya kenapa, akhirnya kami tempuh jalur umum saja karena kasihan suami saya," katanya.
Ropi Jaminkan KTP untuk Bayar Tagihan Rumah SakitFoto: Yudha Maulana

Ibu dari tiga anak itu mengatakan, suaminya bekerja sebagai buruh serabutan. Dalam seminggu, ujar Ropi, ia mendapatkan uang sebesar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu dari suaminya.

"Tapi kondisi suami saya mudah drop, tiga hari atau seminggu bekerja tapi pulang sakit, sampai akhirnya muntah darah. Dibawa ke puskesmas tapi kondisinya makin menurun akhirnya kami bawa ke RSUD Cililin," ujarnya.

"Sekarang suami saya sedang sakit, kami sekarang bingung untuk mencari biaya, jangankan itu, mau mencari makan saja darimana," sambung Ropi.

Ia berharap suaminya bisa segera sembuh dan anak-anaknya bisa mendapatkan jaminan kesehatan. "Saya berharap pemerintah peduli dengan nasib rakyat kecil seperti kami," katanya.

Direktur RSUD Cililin Achmad Oktorudy mengungkapkan pihaknya tak menghalang-halangi warga untuk berobat, baik pasien umum maupun BPJS.

"Kalau yang tidak mampu silakan membuat dulu dari surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa atau kecamatan," ujar Rudy saat dihubungi detikcom.

Terkait dengan BPJS Kesehatan milik Asep Nugraha dan Ropi yang terblokir. Kemungkinan besar menurutnya, itu adalah jaminan kesehatan daerah (jamkesda) yang harus segera dialihkan ke BPJS Kesehatan.

Menurut Rudy pengobatan tubercolosis merupakan program nasional. Sehingga pengobatannya gratis termasuk di rumah sakit. Oleh karena itu bagi yang tidak mampu dan belum memiliki BPJS kesehatan agar membuat SKTM.

"Kan yang TB berobat terus dan bisa saja di tempat lain, kasihan, tapi kan ada alur administrasi yang harus ditempuh. Saya rasa kalau pihak desa atau kecamatan mengakomodir (pembuatan SKTM) bisa memudahkan pasien berobat," katanya.
(ern/ern)