Janda tiga anak itu, kaget bukan main saat langit-langit rumahnya tiba-tiba turun dan tinggal sejengkal lagi mengenai kepalanya. Di luar ia mendengar suara gemuruh dan rekahan kayu patah.
"Badan saya menjadi dingin saking paniknya. Mau keluar lewat pintu sulit karena atap rumah runtuh. Akhirnya saya mencoba keluar dari dapur," ujar Asih kepada detikcom di sekitar lokasi rumahnya, Sabtu (30/3/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Yudha Maulana |
Setelah berhasil keluar, ia melihat tetangganya Entis Sutisna (35) yang memperingatkan ada angin kencang sambil berteriak. "Nek awas angin, awas runtuh," tiru Asih.
Asih mengatakan, kejadian itu terjadi menjelang Azan Magrib. Ia beruntung masih sempat keluar, pasalnya lima menit berselang rumahnya ambruk tersapu angin juga tertimpa pohon.
"Alhamdulillah nenek masih selamat, kepala sempat tertimpa balok saat merangkak ke luar," ucapnya.
Saat ini, dirinya menumpang di rumah anaknya yang jauh dari kediamannya. "Kemarin malam tegang sekali, kalau sekarang alhamdulillah sudah tidak terlalu tegang," ucapnya.
Puluhan Rumah Rusak
Petugas gabungan masih menyisir sejumlah titik yang terdampak angin puting beliung di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Danramil Sindangkerta Kapten Inf Furqon mengatakan terdapat 25 rumah rusak ringan yang tersebar di Desa Pasirpogor, Citalem dan Mekarsari.
"Kalau rumah yang hancur karena tertimpa pohon itu satu, yakni rumah Ibu Asih di Mekarsari, ada juga kios yang rusak parah di pinggir jalan," ujar Furqon.
Kepala Desa Citalem Mauludin Sofian mengatakan, di desanya ada 14 rumah yang terdampak angin puting beliung. "Rusaknya ringan, namun karena kemarin mati lampu, proses inventarisir masih kami lakukan," kata Sofian.
Foto: Yudha Maulana/detikcom |
Arus lalu lintas di jalur penghubung Desa Cijenuk dan Desa Citalem sempat terhambat karena terhalang pohon tumbang pada Jumat (29/3/2019) malam.
"Kemarin juga kami kerja bakti sampai pukul 21.00 WIB untuk merapikan pohon yang tumbang agar tak terjadi kemacetan, sekarang kami lanjutkan lagi," katanya
Pantauan detikcom pada Sabtu (30/3/2019), petugas desa dibantu personel Koramil Sindangkerta memangkas pohon dengan menggunakan gergaji mesin dan belati. Arus lalu lintas dari kedua arah sempat tertahan selama 30 menit. Tapi kini berangsur lancar. (tro/tro)












































Foto: Yudha Maulana
Foto: Yudha Maulana/detikcom