Melihat Kehidupan 9 Orang Penghuni Gubuk Bekas Kandang Kambing

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 28 Mar 2019 11:29 WIB
Satu keluarga tinggal di gubuk bekas kandang kambing. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - Jahidin (40) dan Ilah (36) tinggal di gubuk bekas kandang kambing bersama ketujuh anaknya di RT 3 RW 13, Kp Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Selama 23 tahun menikah mereka dikarunia tujuh orang anak yakni Randi (20), Herman (17), Narya (14), Hendar (13), Aas (6) dan si kembar Raka (3) dan Raina (3).

Melihat Kehidupan 9 Orang Penghuni Gubuk Bekas Kandang KambingFoto: Yudha Maulana/detikcom

Sehari-hari mereka harus berbagi tempat tidur di gubuk seluas 2,5 x 2,5 meter itu. Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu, sementara atapnya menggunakan asbes yang dilapisi terpal plastik.

Di bawah tempat tinggal mereka, terdapat kandang ayam dan kelinci. Sementara itu, dapur dan lokasi kamar mandi berada di luar gubuk.

Ilah mengaku sudah empat tahun tinggal di gubuk tersebut. Sebelumnya, ia sempat mengontrak. Namun, karena pendapatan yang minim keluarga Ilah tak mampu membayar biaya sewa.

"Suami saya bekerja sebagai pemecah batu di Cibogo (Cipatat), pendapatan per minggu terkadang Rp 150-300 ribu, tergantung ada bahan atau tidak. Kalau tidak ada bahan ya tidak bisa bekerja," ucap Ilah saat ditemui di rumahnya.

Bila malam tiba, kata Ilah, hawa dingin merembes melalui celah-celah bilik. Tak ayal mereka harus berjuang menghadapi hawa dingin.

"Sangat dingin sekali sampai tak bisa tidur, anak-anak juga mudah terserang sakit flu. Ini anak saya yang kelima sedang sakit," ujar Ilah sambil memegang kepala anaknya, Aas.

Gubuk yang selama ini mereka tempati tak lain bekas kandang kambing milik mertuanya. Sebelum ditempati, kandang kambing direnovasi seadanya.

"Kami renovasi sedikit-sedikit, agar tak terlalu dingin. Ya, pendapatan suami saya saya cukup-cukupkan untuk keluarga," katanya.

Melihat Kehidupan 9 Orang Penghuni Gubuk Bekas Kandang KambingFoto: Yudha Maulana/detikcom

Anda (65), ayah mertua Ilah mengaku telah mengajak keluarga Jahidin untuk tinggal bersamanya. Apalagi gubuk Ilah berada di belakang rumah Anda.

"Sudah saya ajak (tinggal bersama) tapi mereka tidak mau. Cuma kadang-kadang dua anak mereka yang sudah besar tidur di rumah saya," ujarnya. (tro/tro)