Pantauan detikcom, Rabu (27/3/2019) malam, banjir merendam RW 09 dan RW 14 Kampung Sukasari, Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh. Banjir menggenangi pemukiman warga ini berasal dari Sungai Tarikolot.
Ketinggian air banjir yang menerjang pemukiman bervariatif, mulai betis hingga lutut orang dewasa. "Banjir ini terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi, air datang sekitar Pukul 18.00 WIB," kata warga setempat Omon (40).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir menggenangi pemukiman warga ini berasal dari Sungai Tarikolot. (Foto: Wisma Putra/detikcom) |
"Sungainya sempit dan dangkal, ditambah air kiriman dari wilayah Bojong (Kecamatan Majalaya)," ujarnya.
"Banjirnya sementara, beberapa jam juga langsung surut kembali," kata Omon menambahkan.
Sudah 3 Tahun Tanggul Dibiarkan Jebol
Ketua RW 09 Adang mengatakan sekitar ratusan rumah warga terdampak banjir. "Kurang lebih sekitar 200 rumah, terendam," ucapnya.
Meski sudah dilakukan kerja bakti untuk mengangkat endapan tanah di sungai tersebut, menurut Adang, banjir tetap terjadi bila hujan deras.
"Endapan tanahnya harus dikeruk menggunakan alat berat, kalau manual tetap saja gini," kata Adang.
"Tanggul jebol juga, memberikan dampak dari banjir ini. Kalau tanggulnya enggak jebol, air akan lurus ke sungai enggak meluber ke pemukiman," ujarnya.
Dia mengungkapkan tanggul jebol ini sudah dibiarkan selama tiga tahun. "Laporan ke kecamatan sudah, pernah ada juga yang cek ke sini, tapi tak kunjung diperbaiki," tutur Adang. (bbn/bbn)












































Banjir menggenangi pemukiman warga ini berasal dari Sungai Tarikolot. (Foto: Wisma Putra/detikcom)