Kera Ekor Panjang Serang Pembuangan Sampah Liar di Curug Cimahi

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 27 Mar 2019 14:44 WIB
Gerombolan kera mencari makanan di tumpukan sampah. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - Gerombolan kera ekor panjang menyerbu Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang berada di Jalan Kolonel Masturi, tepatnya di area wisata Curug Cimahi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Pantauan detikcom Rabu (27/3/2019), primata dengan nama ilmiah Macaca fascicularis itu tampak asyik mengorek-ngorek sampah mencari makanan dari dalam kantong plastik.

Kendati begitu, gerak-gerik mereka tetap waspada ketika ada kendaraan yang mendekat ke tumpukan sampah tersebut. Mereka memanjat ke tiang listrik dan ranting pohon sambil membawa makanan di tangan dan mulut mereka.
Kera Ekor Panjang Serang Pembuangan Sampah Liar di Curug CimahiFoto: Yudha Maulana/detikcom
Rohmat (54), pedagang di sekitar lokasi mengatakan gerombolan kera tersebut kerap mengais makanan pada siang hari. Namun, tak jarang pula mereka naik dari hutan di Curug Cimahi pada pagi dan sore hari.

"Sampah yang menumpuk jadi berantakan karena diobrak-abrik oleh kera. Bahkan tak jarang kera juga masuk ke kios mobil saya untuk mengambil makanan," kata Rohmat kepada detikcom.

Terkait tumpukan sampah di jalan raya, Rohmat mengatakan keadaan itu telah berlangsung pasca penertiban kios di Jalan Kolonel Masturi sekitar 2017 lalu.

"Kalau dulu saat kios masih ada, tidak pernah ada tumpukan sampah di sana, biasanya suka ditertibkan," katanya.
Kera Ekor Panjang Serang Pembuangan Sampah Liar di Curug CimahiFoto: Yudha Maulana/detikcom
Wa Hasan (51), tokoh masyarakat di Curug Cimahi menyayangkan perilaku pengendara yang membuang sampah sembarangan ke jalan.

"Perilaku monyet saat mencari makanan menjadi berubah dan bergantung pada sampah, tidak ada jaminan juga mereka tidak memakan plastik," ujarnya.

Sebelumnya, kata Hasan, relawan di desa pernah menertibkan sampah dan membuat pagar agar tak ada yang membuang sampah di jalan.

"Namun para pembuang sampah tak menghiraukan, ini yang saya sayangkan. Mereka (para pembuang sampah sembarangan) sepertinya bukan manusia," katanya. (tro/tro)