DetikNews
Rabu 27 Maret 2019, 13:56 WIB

Lakukan Pengecekan 471 Ribu Warga, 35 Ribu Terdeteksi TBC

Deden Rahadian - detikNews
Lakukan Pengecekan 471 Ribu Warga, 35 Ribu Terdeteksi TBC Peringatan Hari TBC Dunia Tingkat Nasional di Tasikmalaya. (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Tasikmalaya - Puncak peringatan hari Tuberculosis (TBC) dunia tingkat nasional digelar di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, rabu (27/3/19). Acara tersebut dihadiri Menkes Nila Moeloek dan Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum.

Menkes Nila menyebut penderita TBC di Indonesia adalah terbanyak ketiga di dunia setelah India dan China. Kondisi ini memprihatinkan hingga dibutuhkan penanganan menyeluruh melibatkan berbagai pihak.

Selain sosialisasi dan pengobatan menyeluruh dan masif, Kementrian Kesehatan juga melakukan screening penyakit TBC diberbagai lapisan masyarakat hingga pelosok daerah. Awal tahun 2019, screening TBC dilakukan di kalangan pondok pesantren, asrama TNI dan Polri dan seluruh lembaga pemasyarakatan di tanah air serta masyarakat umum.

"Kita nomor tiga di dunia penderita TBC terbanyak. Kita harus temukan cara menemukan dan tentu mengobati. Kita cek di daerah pesantren, Lapas, TNI dan masyarakat luas, screening TBC," ujar Nila usai acara.
Sementara itu Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan proses screening TBC dilakukan sejak Februari hingga 22 Maret lalu. Total, dari 471 ribu lebih yang di-screening terdapat 35.990 orang terdeteksi TBC.

"Sekitar 35.990 terdeteksi TBC dalam proses screening itu, dan kita lakukan pengobatan langsung delapan ribu lebih warga," katanya.

Pihaknya mengingatkan bahayanya penyakit TBC yang menular. Tidak hanya itu TBC juga bisa merenggut nyawa penderitanya jika tidak ditangani dengan benar. "Batuk tidak sembuh selama dua pekan jadi indikasi seseorang terjangkit TBC," ujarnya.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed