detikNews
Selasa 26 Maret 2019, 16:35 WIB

Politeknik Pertambangan di Bandung Terima Mahasiswa Pertama Tahun Ini

Andi Nurroni - detikNews
Politeknik Pertambangan di Bandung Terima Mahasiswa Pertama Tahun Ini Foto: Andi Nurroni
Pangandaran - Politeknik Energi dan Pertambangan, lembaga pendidikan kejuruan di bidang pertambangan, untuk pertama kali akan menerima mahasiswa baru tahun ini. Didirikan di Bandung, perguruan tinggi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) ini menjanjikan penyaluran tenaga kerja untuk lulusannya.

Ketua Tim Pembentukan Politeknik Energi dan Pertambangan Wahid Sugiman menyampaikan, latar belakang pendirian politeknik tersebut adalah tingginya kebutuhan tenaga kerja di bidang pertambangan. Sementara kondisi di lapangan, kata Wahid, hanya sedikit saja pekerja pertambangan yang memiliki sertifikat keahlian.

"Atas pertintah Pak Menteri (ESDM), kita dirikan politeknik ini. Alhamdulillah Oktober 2018 izin prinsipnya sudah keluar, tahun ini kita buka pendaftaran," ujar Wahid saat memberikan sosialisasi kepada para pengawas dan teknisi pertambangan di Pangandaran, Selasa (26/3/2019).

Menurut Wahid, Politenik Energi dan Pertambangan Bandung memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya, kata Wahid, dosen-dosen di perguruan tinggi ini adalah para pengajar di bawah Kementerian ESDM yang memiliki sertifikasi keahlian.

"Selain itu, kami berkomitmen untuk menyalurkan lulusan kami, termasuk penyerapan oleh Kementerian ESDM, sehingga kami punya keyakinan zero unemployement," kata Wahid.

Wahid menginformasikan, berdasarkan kajian yang dilakukan, ada tiga program studi (prodi) unggulan yang akan dibuka pada tahap pertama, yaitu prodi Teknologi Geoogi, Teknologi Pertambangan dan Teknologi Metalurgi. Tahun ini, kata Wahid, pihaknya akan membuka 30 slot untuk masing-masing prodi.

Terkait biaya kuliah, Wahid menjamin kemudahan akses bagi semua lapisan masyarakat. Selain jalur reguler dengan biaya terjangkau, menurut Wahid, ada juga program beasiswa, kerjasama dengan industri serta kerjasama dengan pemerintah daerah.

"Beasiswa kita berikan untuk lima mahasiswa setiap prodi. Kita juga punya harapan dari dunia industri, mereka yang akan menyekolahkan karyawannya, atau menggunakan dana CSR untuk masyarakat di sekitar tambang," kata Wahid.

Pada tahap pertama, menurut Wahid, perkuliahan akan dilangsungkan di Gedung Pusdiklat Minerba dan beberapa fasilitas milik kementerian ESDM di Bandung.

Perguruan tinggi ini, menurut Wahid, sangat cocok untuk para lulusan SMK bidang teknik mesin, pertambangan, kimia , logam dan yang berkaitan dengan teknik lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar ke Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, kata Wahid, bisa melakukan pendaftaran daring melalui situs web yang akan dibuka April mendatang.
(ern/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com