DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 16:40 WIB

Melihat Produksi Cobek Padalarang di Kaki Gunung Halimun

Yudha Maulana - detikNews
Melihat Produksi Cobek Padalarang di Kaki Gunung Halimun Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Kampung Pojok, Desa Jayamekar, Padalarang, Bandung Barat terkenal dengan kerajinan cobek dari batu sejak dulu kala. Cobek dari tempat ini dikenal kuat karena berasal dari bebatuan yang berada di kaki Gunung Halimun.

Suara desingan besi menghantam batu saling bersahut-sahutan dari dalam teratak. Terlihat di dalamnya empat lelaki berlengan kekar tengah menggengam palu dan pahat di tangannya yang lain.

Tangan mereka terlihat begitu terampil saat menggunakan 'pancir' untuk membelah batu dan 'gaden' saat menghaluskan permukaan cobek yang setengah jadi.

Untuk membuat sebuah cobek berukuran kecil bisa menghabiskan waktu satu jam atau lebih. Mulai dari proses membelah batu, membentuk rupa, hingga menghaluskan permukaan cobek.

"Membuat cobek itu tantangannya saat membelah batu, karena kalau terlalu kuat nanti batunya belah, kalau terlalu lemah bisa lama jadinya," ujar Rohmat (56), salah seorang pengrajin cobek saat ditemui Detikcom di terataknya, Senin (25/3/2019).

Proses pembuatan cobek ternyata tak mudah, Rohmat mengatakan, perlu kejelian tinggi saat memilah batu yang bisa dijadikan bahan dasar cobek.

Tak jarang, untuk mendapatkan batu yang sesuai, mereka harus melakukan "penambangan" sedalam puluhan meter yang penuh dengan risiko tinggi.

Rohmat mengatakan, bergelut dengan cobek ini merupakan pekerjaan turun temurun yang diwariskan oleh leluhurnya.

"Ayah saya dulu pernah menjadi pedagang cobek di kota, saya juga pernah berdagang tapi mending bekerja seperti ini," kata Rohmat.

Di terataknya, ia dan ketiga rekannya masing-masing bisa membuat 10 buah cobek perharinya. Satu cobek ia jual kepada pengepul seharga Rp. 5000 hingga Rp 50.000 tergantung ukuran dan jenisnya.

"Cobek itu jenisnya ada lulumpang, jubleg, atau dulang, namun yang terakhir (dulang) sudah mulai jarang peminatnya,"katanya.

Dani Kurnia (25), tokoh pemuda, mengatakan cobek dari Kampung Pojok dikenal secara luas. "Mulai dijual ke Lampung, Batam, Bali hingga Malaysia," katanya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed