DetikNews
Sabtu 23 Maret 2019, 20:06 WIB

NU Minta Hotel di Pesisir Pantai Pangandaran Sediakan Musala Layak

Andi Nurroni - detikNews
NU Minta Hotel di Pesisir Pantai Pangandaran Sediakan Musala Layak Hotel di Pangandaran/Foto: Andi Nurroni
Pangandaran - Pengurus Cabang Nahdlathul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran berharap hotel-hotel di kawasan wisata di Pangandaran memiliki musala yang layak. Hal tersebut dianggap perlu agar nilai keagamaan tidak terpinggirkan dalam pembangunan pariwisata.

Ketua PCNU Kabupaten Pangandaran Kyai Fauzan Aziz Muslim berpendapat, sejauh ini, ketersediaan fasilitas peribadatan Islam di kawasan wisata belum cukup ideal. Namun begitu, Fauzan memaklumi kondisi tersebut mengingat Kabupaten Pangandaran sebagai daerah pemekaran baru.

"Kita akan dorong pemerintah memiliki kebijakan ke arah sana. Baiknya memang musala itu di luar (hotel). Selain memudahkan akses, juga menjadi warna religi," ujar Fauzan kepada detikcom usai peringatan Harlah ke-96 NU di Islamic Center Pangandaran, Sabtu (23/3/2019).

Tak hanya musala, menurut Fauzan, kawasan wisata khususnya Pantai Pangandaran, juga memerlukan tambahan masjid yang representatif. Masjid, kata Fauzan, sangat diperlukan bagi warga yang sehari-hari mengasis rezeki di kawasan wisata agar terjaga akidahnya.

"Tujuannya tentu agar warga Pangandaran, termasuk warga nahdliyin tidak terpengaruh oleh budaya negatif yang dibawa oleh wisatawan dari luar," kata Fauzan.

Tak hanya sebatas harapan, kata Fauzan, NU Kabupaten Pangandaran secara kelembagaan juga ikut terjun untuk mewarnai nilai religi dalam wisata Pangandaran. Saat ini, ia menyampaikan, NU tengah membangun rest area berupa kompleks masjid di sekitar obyek wisata Green Canyon.

"Ini bentuk kepedulian kami, kontribusi NU untuk menciptakan Pangandaran tetap religius, walaupun mengandalkan sektor pariwisata," kata Fauzan.

Di Kabupaten Pangandaran, Fauzan menggambarkan, NU merupakan ormas keagaamaan terbesar, dengan kepengurusan ranting di 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran. Tak hanya itu, kata Fauzan, dari sisi kultur peribadatan, Islam Ahlusunah Wal Jamaah yang menjadi nilai-nilai NU diamalkan sekitar 75 persen warga.

NU Minta Hotel di Pesisir Pantai Pangandaran Sediakan Musala LayakFoto: Andi Nurroni

NU Pangandaran Harmoni Jawa-Sunda

Terletak di wilayah timur Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Karena faktor geografis ini, sejak lama, telah banyak warga Jawa yang menetap dan beranak pinak di Pangandaran.

Pembauran harmonis komunitas Sunda-Jawa di Pangandaran, salah satunya ditemukan dalam organisasi keagamaan Nahdlathul Ulama.

Sebagai organisasi yang lahir dibidani para kyai dari tanah Jawa, NU memang punya tempat istimewa di kalangan komunitas Muslim Jawa.

Meski demikian, kedudukan NU yang telah menasional menjadikan organisasi keagamaan ini juga memiliki pengaruh yang kuat di Tanah Sunda, tak terkecuali di Pangandaran.

Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Pangandran Imam Ibnu Hajar menganggap pembauran komunitas Sunda dan Jawa dalam NU di Pangandaran sebagai sebuah keunikan.

Berdasarkan peta keberadaan pesantren yang menjadi basis massa NU, Imam menggambarkan, wilayah barat Pangandaran dikenal sebagai basis pesantren-pesantren besar berkultur Sunda. Sementara kultur Jawa, kata Imam, cukup kuat mewarnai pesantren-pesantren di kawasan timur Pangandaran.

"NU terbukti mampu menyatukan semua. Karena memang kalau dari sisi amaliah ahlusunah wal jamaah, Sunda dan Jawa tidak banyak berbeda, misalnya tahlilan, salawatan," kata Imam di sela peringatan Harlah ke-96 NU di Islamic Center Pangandaran, Sabtu (23/3/2019).

Sebagai sayap NU yang bergerak di bidang seni budaya, menurut Imam, Lesbumi sangat diuntungkan dengan kekayaan dua kultur yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Di Pangandaran, kadang kami membawakan musik religi hadrah berbahasa jawa, kadang juga angklung yang menjadi identias kultur Sunda kita gunakan untuk salawatan," kata alumnus Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogjakarta ini.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed