DetikNews
Sabtu 23 Maret 2019, 16:56 WIB

Bagi Maba UIN Bandung, Lebih Murah Sewa Indekos atau Kontrak Rumah?

Wisma Putra - detikNews
Bagi Maba UIN Bandung, Lebih Murah Sewa Indekos atau Kontrak Rumah? Foto: Wisma Putra
Bandung - Buat kalian yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, ini ada rekomendasi menemukan tempat tinggal dari para senior.

Apakah lebih murah sewa rumah indekos atau rumah kontrakan, apa sih perbedaannya? Indekos, biasanya dihuni satu sampai dua orang per kamar. Sementara rumah kontrakan biasanya dihuni empat sampai 10 oramg bahkan lebih. Jadi lebih hemat sewa indekos atau rumah kontrakan?

Salah satu Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora Muhammad Syifadurahman (20) mengatakan ia lebih memilih mengontak rumah daripada indekos karena biayanya busa lebih murah.

"Saya ngontrak di Cinunuk, di rumah kontrakan itu ada tiga kamar yang kami sewa Rp 13 juta, biaya ngontraknya dibagi empat orang," kata Syifa saat di Kampus UIN SGD Bandung di Jalan Raya AH Nasution, Sabtu (23/3/2019).

Mahasiswa asal Ciamis itu berujar, biaya sewa Rp 13 juta itu sudah ada fasilitas kamar tiga, dapur dan toilet dua unit. Untuk listrik, mwnurutnya bayar sendiri, sebulan habis Rp 30 ribu dan dibagi untuk empat orang.

Menurut Syifa, biaya hidup di UIN bisa lebih murah dibanding universitas yang ada di wilayah Bandung lainnya. Untuk biaya makan per hari paling mahal mencapai Rp 30 ribu.

"Biaya perhari dari Rp 10-30 ribu, kalau masak sendiri bahkan sehari hanya habis Rp 10 ribu, urunan bareng empat orang. Lauknya ya, tahu tempe, telur, kadang daging itu juga jarang," ungkapnya.

Syifa berujar, dalam sebulan ia dikirim oleh orangtuanya hanya Rp 1 juta, uang kiriman itu termasuk biaya buku dan kebutuhan lainnya. "Dalam sebulan habis sekitar Rp 1 juta, itu sudah sama main, buku dan fotocopy," ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Awla Rajul (20) juga mengaku lebih memilih ngontrak rumah dibanding indekos. Menurutnya, di kawasan kampus UIN masih banyak kontrakan.

"Ngontrak rumah delapan orang Rp 50 juta di Manisi. Fasilitas kasur, lemari, kompor, kamar lima dan toilet di masing-masing kamar," ujar Awla mahasiswa asal Aceh.

Awla mengaku biaya hidupnya per bulan Rp 800 ribu sampai 1,2 juta. Tergantung kebutuhan, karena ia merupakan anak rantau, sebisa mungkin setiap harinya pengeluaran harus ditekan sehemat mungkin.

"Cara hemat uang, masak di kontrakan jangan beli. Urunan bisa lebih hemat dibandingkan beli, minimal masak nasi sendirilah. Biar lauknya beli, lumayan tuh bisa menghemat uang Rp 3 ribu-4 ribu dalam sekali makan," ujarnya.

Menurutnya, meski pas-pasan ia dapat menabung. "Seperti mau beli sepatu atau baju, pakai uang simpanan itu, seenggaknya gak minta ke orangtua," paparanya.

Mahasiswa lainnya Tio Asdiki (20) berujar untuk harga sewa indekos di UIN dari Rp 4-9 juta per tahun. Ia menyewa indekos di wilayah Manisi Rp 8,5 juta. "Per tahun Rp 8,5 juta. Fasilitas, lemari, Wi-Fi sama kasur, yang Rp 6-7 juta juga ada. Semakin dekat semakin mahal, sebaliknya semakin jauh semakin murah," pungkasnya.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed