DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 20:56 WIB

Reaksi Aher-Demiz soal Jagoannya di Survei Litbang Kompas

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Reaksi Aher-Demiz soal Jagoannya di Survei Litbang Kompas Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Litbang Kompas merilis hasil survei Pilpres 2019. Dua mantan petinggi di Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher dan Deddy Mizwar alias Demiz, mengomentari hasil survei tersebut.

Aher dan Demiz pernah bekerja sama memimpin Jabar selama 5 tahun. Selepas menjabat, keduanya diketahui berbeda arah dukungan Pilpres. Aher yang merupakan kader PKS mendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Sementara Demiz, mendukung paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya tidak punya versi (survei) kalaupun ada versi BPN tanya ke BPN pusat.Yang jelas semua paslon ingin menang," ucap mantan gubernur Jabar itu seusai menjadi saksi suap proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (20/3/2019).


Aher mengatakan siapa pun yang memenangkan kontestasi Pilpres 2019 ini harus diakui. Akan tetapi dalam hal mendapatkan suara, menurutnya wajar terjadi persaingan.

"Tentu yang namanya persaingan harus sehat. Meskipun titik akhirnya kita harus mengakui siapapun yang menang. Tapi di posisi kita bersaing ya bebas untuk berikhtiar untuk memenangkan persaingan ini," tutur Aher.

Demiz juga turut berkomentar terkait hasil survei litbang Kompas. Menurutnya, hasil tersebut menumbuhkan rasa optimistis untuk kemenangan Jokowi.

"Unggul cuma ada yang tipis ada yang jauh. Sebulan ini kita nggak tabu ada peristiwa apa yang bisa membuat perubahan," kata Demiz.

Litbang Kompas hari ini merilis hasil survei Pilpres 2019 dengan hasil elektabilitas Joko Widodo 49,2% dan Prabowo Subianto 37,4%. Pemred Kompas, Ninuk Pambudy, memberikan penjelasan soal metodologi hingga hasil survei itu.


(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed