DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 19:20 WIB

TKD Klaim Jokowi Ungguli Prabowo di Jabar dengan Selisih 6 Persen

Mochamad Solehudin - detikNews
TKD Klaim Jokowi Ungguli Prabowo di Jabar dengan Selisih 6 Persen Jokowi (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Bandung - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut elektabilitas jagoannya di Jabar semakin menanjak. Bahkan mereka mengklaim elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf telah mengungguli pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dengan selisih 5-6 persen.

Sekretaris TKD Jokowi-Ma'ruf Amin Jabar Abdy Yuhana menyatakan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 di Jabar semakin memperlihatkan tren positif. Dalam beberapa hasil survei terakhir saja jagoannya selalu unggul dari pasangan Prabowo-Sandi.

Bila dibandingkan dengan hasil Pilpres 2014, keunggulan itu sebagai sinyal positif. Karena di Pilpres 2014 lalu Jokowi-Jusuf Kalla kalah dari Prabowo yang saat itu maju bersama Hatta Rajasa di Jawa Barat.

"Sekarang selisih 5-6 persen (Jokowi-Ma'ruf unggul di Jabar). Tapi kami yakin ini akan terus menanjak. Apalagi nanti setelah dimulainya kampanye rapat umum mulai 23 Maret dan melalui media massa," kata Abdy saat dihubungi, Rabu (20/3/2019).


Sayangnya, Abdy tidak menjelaskan secara spesifik besaran persentase dari beberapa hasil survei tersebut. Tapi yang jelas dia melihat ada peningkatan sebagai sinyal kemenangan pasangan nomor urut 01 di provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak.

"Di Jabar trennya naik, itu bukti dukungan masyarakat Jabar bahwa Jokowi-Ma'ruf lebih bisa memberi harapan," ucapnya.

Abdy juga menyinggung soal hasil survei terbaru yang dikeluarkan Litbang Kompas. Hasilnya memperlihatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul dengan prosentase sebesar 49,2 persen sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen.

"Alhamdulillah unggul artinya menunjukkan program Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf diterima masyarakat," ujar Abdy.


Meski begitu, pihaknya tidak ingin terlalu terlena dengan hasil survei tersebut. Apalagi selisihnya relatif kecil sekitar 11,4 persen. Hal itu akan menjadi evaluasi tim pemenangan khususnya di Jawa Barat agar raihan suara Jokowi-Ma'ruf akan semakin lebar karena selisihnya ditargetkan 20 persen.

"Survei Kompas itu hanya satu lembaga survei. (Survei) yang lain selisihnya sebenarnya lebih tinggi. Tapi adanya survei ini pertama akan jadi evaluasi bagi TKD. Kemudian semakin memicu spirit kami untuk berjuang dengan angka yang lebih maksimal. Di Jabar selisihnya target 20 persen," tuturnya.

Berbagai langkah telah disiapkan agar raihan suara Jokowi-Ma'ruf di Jabar mendapat hasil maksimal. Pihaknya akan memaksimalkan sisa waktu di masa kampanye ini.

"Untuk menunjukkan selisih itu kami sedang menyiapkan titik kampanye akbar dengan menghadirkan capres atau cawapres. Kami terus berkoordinasi dengan partai koalisi melalui caleg-calegnya. Dengan kekuatan yang ada kami yakin akan mendapat hasil maksimal," ujar Abdy.
(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +