DetikNews
Selasa 19 Maret 2019, 22:47 WIB

Curhat Pelipat Surat Suara di Karawang: Honornya Makin Kecil

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Curhat Pelipat Surat Suara di Karawang: Honornya Makin Kecil Aktivitas pelipat surat suara di Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Segerombol ibu-ibu cekatan melipat surat suara untuk Pemilu 2019. Sesekali, para ibu menenangkan anak mereka yang menggelayut manja. Sambil mengasuh, puluhan ibu tersebut terus melipat dan mengepak surat suara ke dalam kardus.

"Lumayan honornya buat nambah-nambah kebutuhan dapur. Daripada bengong di rumah lebih baik kerja gini. Lagian boleh bawa anak," kata Lilis (37) saat ditemui detikcom di aula kantor Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Selasa (19/3/2019).

Lilis menuturkan, ini bukan kali pertama ia menjadi petugas sortir dan lipat surat suara. Ia mengaku pernah tiga kali terlibat dalam hajat pesta demokrasi itu. Pertama, saat Pilbup Karawang 2015, pemilihan gubernur Jabar 2018 dan Pileg-Pilpres 2019 saat ini. "Makin kesini, honornya makin kecil," ucap Lilis sambil terus melipat.

Lilis bercerita, saat Pilbup Karawang 2015, petugas mendapat upah Rp 150 setiap menyortir dan melipat selembar surat suara. Pada Pilgub Jabar 2018, honor turun menjadi Rp 125 per lembar. Saat Pileg dan Pilpres 2019, honor makin berkurang drastis menjadi Rp 75 per lembar. "Mau gimana lagi, namanya juga butuh uang. Kalau kerja gini dibawa senang saja," ujar ibu dua anak itu.

Berbeda dengan Lilis, Eva Kartika (23) warga Desa Wadas, Telukjambe Barat, batal ikut bergabung jadi petugas sortir-lipat surat suara. Menurut Eva, upah Rp 75 per lembar terlalu kecil. "Upah segitu nggak sebanding dengan pekerjaannya," kata Lilis saat ditemui detikcom di Jalan Adiarsa, Karawang Barat.

Curhat Pelipat Surat Suara di Karawang: Honornya Makin KecilSuasana sortir-lipat surat suara di Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Ketua KPU Karawang Miftah Farid mengungkapkan besaran honor tenaga sortir dan lipat surat suara di Pileg dan Pilpres 2019 ditetapkan oleh KPU Pusat. "Pagu anggarannya sudah ditetapkan KPU Pusat. Di Pileg dan Pilpres ini, kami di daerah tak berwenang," ujar Miftah saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Selasa (19/3/2019).

Adapun pada Pemilihan Bupati Karawang 2015, kata Miftah, KPU Karawang diberi kewenangan menentukan besaran honor petugas sortir - lipat surat suara. "Kalau dulu, honor Pilbup 2015 Rp 150 per lembar, itu kita (KPU Karawang) diberi kewenangan," ucap dia.

Miftah tak menampik, besaran honor menjadi pemicu rendahnya minat masyarakat menjadi petugas sortir-lipat surat suara. Meski begitu, kata Miftah, proses sortir-lipat berlangsung lancar. "Sejauh ini, ada saja masyarakat yang berminat jadi petugas lipat. Tapi jujur, kita memang masih kurang orang," katanya.

Lantaran masih kekurangan tenaga sortir-lipat, Miftah khawatir proses sortir-lipat tidak selesai cepat waktu. Untuk mengantisipasi hal itu, Miftah memutuskan memecah sortir dan lipat surat suara ke-30 Kecamatan di Karawang. Sebab, animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam sortir-lipat surat suara di Gor Adiarsa Karawang cenderung minim.

"Jadi sortir dan lipat surat suara kami pindahkan ke kecamatan. Tidak lagi terpusat di GOR Adiarsa," kata Miftah.

Curhat Pelipat Surat Suara di Karawang: Honornya Makin KecilWarga dilibatkan untuk proses sortir-lipat surat suara Pemilu 2019. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Di tengah kekhawatiran, sejumlah masyarakat tetap semangat melipat dan menyortir surat suara. Pantauan detikcom di aula Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, masyarakat ramai serta antusias melipat dan menyortir surat suara.

Lasminingrum, Camat Karawang Barat, menuturkan proses sortir-lipat surat suara dipecah di setiap Kecamatan mulai hari ini. Ia mengaku mesti mengimbau warganya supaya proses sortir-lipat surat suara tak kekurangan tenaga. "Kami bujuk dan imbau masyarakat untuk bergabung menyukseskan pemilu. Di hari pertama ini lumayan ramai," tuturnya.

Lasmi menuturkan, sedikitnya 90 orang warga antusias melipat 119 ribu lembar surat suara. "Kami diberi target 10 hari bisa selesai. Kalau ramai seperti ini, kami optimis 8 hari bisa selesai," ucapnya.

Saat ini KPU Karawang baru menerima 6.813.436 juta lembar surat suara yang terdiri dari surat suara DPD dan legislatif. "Sejauh ini baru DPD dan legislatif saja yang baru kita terima," ujar Lasmi.

Adapun surat suara Pilpres, kata Miftah akan dikirim 2 hari lagi. "Kita koordinasi terus dengan percetakan. Kabarnya 2 hari lagi dikirim. Mudah-mudahan tidak terlambat," katanya.

Sementara ini, hasil sortir surat suara di Karawang, ditemukan 987 lembar rusak dan 245 lembar kurang. "Jadi total sementara kekurangan dan surat suara rusak yakni 1.232 lembar," ucap Miftah.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed