DetikNews
Selasa 19 Maret 2019, 12:15 WIB

Penerjun Kopassus Pecahkan Rekor MURI Kibarkan Bendera Besar

Yudha Maulana - detikNews
Penerjun Kopassus Pecahkan Rekor MURI Kibarkan Bendera Besar Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Rekor pengibaran bendera terbesar saat terjun bebas pecah di acara puncak upacara penutupan Para Dasar Akmil TA 2019 di Lanud Suparlan, Pusdiklatpass Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/3/2019).

Dalam pelaksanaannya 17 penerjun dari Kopassus terjun dari ketinggian lima ribu kaki. Tiga di antaranya masing-masing membawa bendera Merah Putih, bendera merah Kopassus dan bendera hijau Akademi Militer berukuran 6x9 meter.

Pantauan Detikcom, belasan penerjun tersebut mulai membentuk formasi dan membentangkan bendera dari ketinggian 5000 - 8000 kaki. Dengan sigap, dalam waktu 10 detik tim penerjun mengembangkan payung masing-masing.
Penerjun Kopassus Pecahkan Rekor MURI Kibarkan Bendera BesarFoto: Yudha Maulana

Penyerahan plakat rekor MURI diserahkan oleh Senior Manager MURI Awan Rahargo kepada Komandan Jenderql (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dan pemimpin regu Kolonel Inf Yudha Erlangga.

"Saya bangga dengan perolehan rekor ini, karena hal ini hanya bisa dilaksanakan oleh para prajurit yang terlatih, karena dia harus bisa berpikir tenang dalam kondisi yang ekstrem," ujar I Nyoman.

I Nyoman yakin dengan kemampuan prajuritnya, bukan tak mungkin Kopassus bisa menjangkau daerah-daerah yang ekstrem. "Misal masuk ke daerah yang terdampak bencana, Kopassus bisa terjun membawa tandem dokter atau obat karena sulitnya akses transportasi," ujarnya.

Selain terjun payung pecahkan MURI, sebanyak 263 taruna Akmil juga sebelumnya terjun dari Pesawat Hercules.

Ekspresi lega terpancar dari wajah Muhadi (65) saat melihat cucunya Aris Rihul terjun. "Alhamdulillah, cucu saya bisa terjun dengan selamat, barusan masuk ke sortie satu," ujar Muhadi kepada Detikcom di sela-sela acara.

Pria asal Batang, Karangasem tersebut datang ke Bandung Barat sejak dini hari bersama anaknya, yang merupakan orang tua dari Rizal. "Saya lebih tegang saat cucu saya berlatih di air, karena saya dulu pernah mengalami dan hampir tenggelam," kenangnya.

Sementara itu, Bimantoro (25), warga Jakarta sampai rela menginap demi menyaksikan adiknya Virhan terjun pada upacara penutupan Para Dasar Akmil TA 2019.

"Saya bangga melihat adik saya, saya juga menginap di area Baros (Cimahi) karena tak mau terlambat," ujat Bimantoro.

Ia mengaku sempat cemas saat adiknya terjun dari pesawat. Namun, kekhawatirannya sirna saat Virhan berhasil mendarat dengan mulus.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed