detikNews
Senin 18 Maret 2019, 15:29 WIB

Keluarga Masuk TAP, Ridwan Kamil Jamin Tak Akan Terjadi Konflik Kepentingan

Mochamad Solehudin - detikNews
Keluarga Masuk TAP, Ridwan Kamil Jamin Tak Akan Terjadi Konflik Kepentingan Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjamin tidak akan terjadi konflik kepentingan meski beberapa eks timses dan anggota keluarganya masuk dalam Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) bentukannya. Menurutnya, mereka telah menandatangani pakta integritas.

Sebagaimana diketahui, tim khusus yang dibentuk Ridwan Kamil mendapat sorotan dari berbagai pihak. Apalagi tim khusus yang dibentuk itu diketahui diisi oleh eks timses, mantan Komisioner KPU Jabar dan beberapa anggota keluarga dari mantan Wali Kota Bandung ini.

Keberadaan beberapa orang dekat Ridwan Kamil dikhawatirkan oleh berbagai pihak akan menimbulkan masalah. Salah satunya terjadi konflik kepentingan yang dinilai bisa merusak jalannya roda pemerintahan di Jabar.

Emil memastikan keberadaan mereka tidak akan menjadi 'benalu' dalam pemerintahan. Menurutnya keberadaan TAP bertugas untuk membantunya memberi masukan dan rekomendasi dalam sebuah kebijakan.

"Semuanya itu sudah menandatangani integritas. Jadi untuk mengamankan kekhawatiran (terjadi konflik kepentingan), ada benteng. Di dalamnya itu ada surat integritas," ucapnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (18/3/2019).

Apalagi lanjut dia, TAP bentukannya itu diisi juga oleh mantan pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamekas. Sehingga, dia percaya tim khusus ini bisa bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

"Ada pak Erry mantan Ketua KPK jadi diharapkan lebih kokoh oleh beliau," ucapnya.

Dia juga berani menjamin kompetensi dari masing-masing personel TAP. Emil juga membantah bila TAP ini dibentuk menjadi tempat penampungan eks timses dan anggota keluarganya.

"Siapa kriteria di TAP itu memang subjektif, satu kompetensi dua chemistry. Yang pinter banyak tapi tidak ada chemsitry ya susah. Kalau chemistry saja tanpa kompetensi, ini KKN. Jadi 19 orang ini bisa dipertanggungjawabkan speknya. Ini bukan penampungan timses," ujarnya.

Sebelumnya, KPK mengingatkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengenai potensi konflik kepentingan pada TAP bentukannya. Sebab, tim tersebut terdapat adik kandung pria yang karib disapa Kang Emil itu.

"Rekomendasi KPK selalu kan menghindari conflict of interest. Itu sellau yang paling utama dalam menghindari prilaku korupsi," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, di Jakarta.
(mso/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed