detikNews
Senin 18 Maret 2019, 15:02 WIB

Perang Susu dan Kopi Luwak Cara Warga Cikole Turunkan Tensi Pilpres

Yudha Maulana - detikNews
Perang Susu dan Kopi Luwak Cara Warga Cikole Turunkan Tensi Pilpres Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Warga Kampung Cibedu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mempunyai cara yang unik dalam meredam tensi menjelang di Pemilu Presiden 2019. Mereka menggelar festival Palagan Toya atau perang air yang dihelat di alun-alun desa pada Senin (18/3/2019).

Menariknya, warga menggunakan susu sapi dan kopi luwak yang dikemas dalam bungkus plastik sebagai amunisi perang. Aksi saling lempar antarwarga pun berlangsung secara intens selama 10 menit yang diiringi riak tawa.

Kepala Desa Cikole, Jajang Monas mengatakan susu dan kopi menyiratkan dua kubu yang kini saling bersaing dalam merebut kursi orang nomor satu di Indonesia pada 17 April 2019 mendatang.

"Meski saling lempar di awal, namun akhirnya kita bisa bersatu dan saling bersalam-salaman," kata Jajang saat ditemui Detikcom seusai acara Palagan Toya di Kampung Cibedug.

Menurut Jajang, susu sapi dan kopi luwak yang digunakan berasal dari para peternak di wilayah Cikole, sementara kopi berasal dari pengusaha kopi setempat. "Filosofi lainnya juga untuk menyatukan pandangan yang berbeda, antara hitam (kopi) dan putih (susu) menjadi satu," ujar Jajang.

Vian (28), ketua penyelenggara mengatakan kegiatan ini juga menjadi ajang promosi potensi daerah di bidang peternakan.

"Ini juga untuk syukuran, sekaligus pengingat akan datangnya musim kemarau, jadi sebagai langkah antisipasi juga," kata Vian.

Terkait acara, Vian mengatakan tema setiap tahunnya berganti. "Tahun lalu pecahkan rekor MURI pemukul kohkol (pentungan) terbanyak, sekarang temanya air," kata Vian.



(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com