DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 09:38 WIB

Sempat Dikunjungi Romahurmuziy, Kakanwil Kemenag Jabar Kaget dengan OTT KPK

Erna Mardiana - detikNews
Sempat Dikunjungi Romahurmuziy, Kakanwil Kemenag Jabar Kaget dengan OTT KPK Ketum PPP Romahurmuziy (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Sebelum ditangkap KPK di Surabaya, Jumat (15/3/2019), Romahurmuziy safari ke Kemenag di Jabar. Sejumlah kota dan kabupaten didatangi dengan mengumpulkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag untuk pembinaan wawasan kebangsaan.

Penangkapan Rommy, panggilan Ketum PPP tersebut, membuat kaget Kepala Kanwil Depag Jabar Buchori. "Agak kaget, masalahnya ini di luar nalar kita," ujar Buchori saat dihubungi detikcom melalui telepon, Sabtu (16/3/2019).


Diakui Buchori, pekan pertama Maret, Rommy safari memberikan pembinaan wawasan kebangsaan pada ASN yang berada di lingkungan Kemenag, mulai dari guru, pengawas, penyuluh, dan juga KUA. Beberapa daerah didatangi, antara lain Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sukabumi.

"Dia datang sebagai anggota Komisi IV untuk mengisi wawasan kebangsaan. Anggota DPR MPR kan siapa saja bisa memberikan materi itu," katanya.

Sempat Dikunjungi Romahurmuziy, Kakanwil Kemenag Jabar Kaget dengan OTT KPKRomahumurziy sempat menghadiri acara pembinaan ASN di Bandung pada 4 Maret 2019. (Foto: istimewa)
Soal penangkapan Rommy oleh KPK terkait pengisian jabatan di Kemenag, Buchori enggan berkomentar banyak.

"Saya no comment soal itu, takut salah bicara. Di Jabar insyaallah enggak ada yang begituan. Soal jabatan bagi eselon 2 seperti saya kan yang atur pusat, kalau suruh pindah ya pindah saja. Saya mah sebentar lagi pensiun, enggak ada urusan dengan begituan," ujar Buchori.


Sementara itu sejumlah ASN di Kemenag Kota Bandung dan Kabupaten Bandung mengaku heran dengan safari Rommy.

"Saya diundang oleh Kemenag Kota Bandung untuk pembinaan ASN. Di undangan resminya enggak ada pembicaranya siapa. Baru tahu ternyata Ketum PPP Rommy," kata salah seorang guru di Madrasah Aliyah di Kota Bandung.

Materi yang disampaikan, kata dia, ujung-ujungnya membahas cawapres. "Katanya kita ikutin umaro ulama, ya pada ujungnya bicara soal cawapres. Ini sih kampanye terselubung," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]


Hal sama dikatakan seorang guru tsanawiyah di Kabupaten Bandung. "Pembinaan tapi rasa kampanye," katanya yang minta identitasnya disembunyikan.

"Ada salah satu pernyataan dia yang mengarahkan dengan bilang selama ini guru digaji oleh Jokowi, maka sudah sepatutnya berterima kasih," ucapnya.

Mengenai hal itu, Buchori membantahnya. "Itu hanya tafsiran-tafsiran saja. Kemarin itu Pak Rommy juga jelasin soal hoaks-hoaks isu agama yang saat ini marak. Itu saja," ucap Buchori.
(ern/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed