DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 16:22 WIB

Penampakan Kereta Penolong Senilai Rp 6 Miliar Milik PT KAI

Tri Ispranoto - detikNews
Penampakan Kereta Penolong Senilai Rp 6 Miliar Milik PT KAI Kereta bercat kuning-putih-merah muda itu akan difungsikan saat terjadi gangguan atau Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH) di perjalanan atau lintasan. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - PT KAI baru saja meluncurkan Kereta Penolong terbaru. Kereta yang memiliki dua gerbong itu akan berfungsi sebagai evakuasi sarana dan pertolongan korban.

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan kereta bercat kuning-putih-merah muda itu akan difungsikan saat terjadi gangguan atau Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH) di perjalanan atau lintasan.

"Sampai sekarang kita punya dua yang seperti ini. Tapi yang ada peralatan evakuasi manusianya, baru ini," ujar Edi saat peluncuran di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/3/2019).

Soal rencana penambahan, Edi belum bisa memastikannya. Namun yang pasti kereta tersebut harus tersedia minimal di Jabar, Jateng dan Jatim.

"Paling tidak, tiga kita siapkan. Jadi kalau ada apa-apa bisa cepat ambil tindakan," katanya.

Penampakan Kereta Penolong Senilai Rp 6 Miliar Milik PT KAIKereta ditambah fungsi dengan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk evakuasi penumpang atau petugas. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Sejauh ini, menurut Edi, rangkaian tersebut akan disimpan di Yogyakarta. Tidak menutup kemungkinan penyimpanan akan diatur ulang agar bisa bekerja secara efisien.

Kereta dengan nilai investasi Rp 6 miliar itu berbeda dari pendahulunya. Kereta terdahulu hanya bisa melakukan evakuasi terhadap gerbong atau lokomotif. Sementara kini kereta ditambah fungsi dengan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk evakuasi penumpang atau petugas.

Keunggulan dari kereta ini adalah memiliki tenaga penggerak sendiri sehingga tidak perlu lokomotif. Hal tersebut membuat efisiensi waktu karena tidak perlu persiapan banyak untuk menjalankannya.

"Semua interior kita pakai dalam negeri. Sementara mesinnya kita menggunakan alih fungsi Kereta Rel Diesel (KRD)," ucap Edi.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed