DetikNews
Kamis 14 Maret 2019, 14:29 WIB

Curhat Guru Honorer di Tasikmalaya: Gaji Saya Rp 300 Ribu Sebulan

Deden Rahadian - detikNews
Curhat Guru Honorer di Tasikmalaya: Gaji Saya Rp 300 Ribu Sebulan Guru honorer menyampaikan aspirasinya di DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Tasikmalaya - Berbagai cara dilakukan guru honorer di Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk memperjuangkan haknya. Para guru honorer mendatangi kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (14/3/2019). Mereka memilih cuti mengajar demi menyuarakan hak serta aspirasinya sebagai tenaga pengajar.

Mereka mengikuti kegiatan MoU dengan lembaga bantuan hukum GP Anshor Tasikmalaya untuk memperjuangan kesejahteraan dan bantuan hukum. Tenaga pendidik honorer ini menyampaikan unek-uneknya di hadapan anggota dewan dan perwakilan pemerintah daerah. Mereka meminta pengakuan secara hukum serta peningkatan kesejahteraan sebagai guru honorer.

Banyak guru honorer di Tasikmalaya yang hanya mendapatkan upah Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu rupiah per bulannya. Padahal mereka sudah mengabdi belasan tahun untuk mencerdaskan generasi penerus.

"Sudah 10 tahun mengabdi sejak 2009, saya gaji hanya tiga ratus ribu rupiah per bulan, enggak cukup," kata Tina Agustin, guru honorer.

Selama ini upah guru honorer dialokasikan dari anggaran dana bantuan operasional sekolah (bos), yang jumlahnya minim. Bahkan, sebagian dari mereka memilih bekerja sampingan menjadi driver ojek online untuk menutupi kebutuhan.

"Saya lihat sepertinya ada yang jadi sopir ojek online buat tutupi kebutuhan karena gajih honorer minim," ujar Ketua Forum Guru Honorer dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Tasikmalaya Tete Suherman.

Pemerintah daerah mengapresiasi kinerja tenaga guru honorer. Meski upahnya kecil, mereka tetap bertugas hingga pelosok Tasikmalaya. Pemkab Tasikmalaya mengakui masih kekurangan guru hingga lima ribu orang. Bahkan, di beberapa sekolah hanya terdapat satu PNS saja, sisanya guru honorer.

Solusi terbaru ditawarkan pemerintah pusat dengan hadirnya program penerimaan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK) untuk menyejahterakan guru honorer.

"Kami apresiasi pengabdian mereka, di Tasikmalaya kekurangan lima ribu guru, ada sekolah yang hanya ada satu PNS," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen

Prihatin dengan nasib ribuan nasib guru honorer, lembaga bantuan hukum GP Anshor Tasikmalaya turut melakukan pendampingan. Mereka menyodorkan bantuan hukum untuk ribuan tenaga honorer.

Selain mengurusi hak-haknya, mereka akan membela guru honorer yang tersandung kasus hukum secara gratis. "Ini adalah bagian dari kepedulian GP Anshor terhadap dunia pendidikan. Karena guru honorer itu perananya penting. Kami bantu pendampingan, baik secara hukum mau pun sosial. Agar mereka tidak merasa sendirian," ucap Ketua GP Anshor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim.


Simak Juga 'Marak Pelecehan Guru, DPR Bahas Faktor Hukum':

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed