Kepala DPMD Jabar Dedi Supendi mengaku memiliki tugas yang berat demi lahirnya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Pasalnya masih banyak sekali desa di Jawa Barat yang masuk dalam kategori desa tertinggal.
"Banyak tugas meningkatkan lompatan, meningkatkan prosentase desa mandiri, bagaimana meningkatkan kondisi prosentase prangkat desa yang saat ini 65 persen di bawah kesesuain pendidikan yang ditetapkan dan baru 37 desa yang dikatakan desa mandiri dari 5.312 desa," katanya saat dihubungi, Selasa (12/3/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga capaian RPJMD bisa sesuai dengan yang ditetapkan. Bagaimana gerakan membangun desa ini menjadikan desa sebagai center of excellence (pusat layanan unggulan menjadikan desa center of badgeting sehingga mengurangi urbanisasi," ucapnya.
Selain itu, dia juga akan melakukan klasifikasi desa berdasarkan kategorinya. Sehingga pihaknya bisa dengan mudah melakukan treatment atau penerapan program untuk masing-masing desa.
"Jumlah desa ada 5.312 dari itu 37 desa mandiri ada sekitar 137 desa maju. Paling banyak di Jabar itu desa berkembang sekitar 3 ribu sekian, ada ada desa tertinggal dan sangat tertinggal. Nanti kita klasifikasikan dan dipola pembinaan antara desa yang tadi," ucapnya.
Dia berharap, dengan berbagai langkah yang disapkan bisa mengangkat perekonomian di pedesaan di Jawa Barat. "Dengan pengklasteran itu, berharap masing-masing bisa meningkat (secara ekonomi, infrastruktur dan lainnya)," ujarnya. (mso/ern)











































