Jelang Pemilu, 121.632 Warga Ciamis Belum Rekam e-KTP

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 12 Mar 2019 16:55 WIB
Warga Ciamis antre perekaman e-KTP. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Jelang Pemilu 2019 yang waktunya sebulan lagi, banyak warga Ciamis belum perekaman e-KTP. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ciamis bekerja ekstra dengan membuka layanan pada Sabtu-Minggu.

Berdasarkan data dari Disdukcapil Ciamis, jumlah warga yang belum rekam e-KTP sebanyak 121.632 orang dari wajib KTP sebanyak 1.083.452 per 28 Februari 2019. Total jumlah penduduk 1.412.142 orang dari 27 Kecamatan. Sementara jumlah DPT berdasarkan data dari KPU Ciamis sebanyak 939.911.


Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Ciamis Rusli mengatakan guna mempercepat perekaman e-KTP hingga April mendatang pihaknya terus melaksanakan pola jemput bola. Disdukcapil menggunakan dua kendaraan pelayanan ke wilayah-wilayah yang belum terjamah atau sesuai permintaan dari desa.

"Terus digenjot, setiap hari kita lakukan jemput bola. Supaya warga Ciamis bisa melakukan perekaman e-KTP. Insyaallah, mudah-mudahan warga Ciamis bisa menyalurkan hak pilihnya di Pemilu mendatang," ujar Rusli saat ditemui di kantornya, Jalan Tentara Pelajar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019).

Dia optimistis warga Ciamis mengikuti perekaman e-KTP, yang minimal targetnya 85 persen terekam. Upaya lain yang dilakukan Disdukcapil untuk memenuhi target itu, dengan membuka layanan Sabtu-Minggu di kantornya. Juga perekaman di kampus dan sekolah.

"Sabtu-Minggu tidak libur, tetap membuka layanan perekaman e-KTP, meski tidak ada lembur atau honor tambahan. Kami lakukan percepatan sampai April. Alhamdulillah rata-rata 200 warga per hari melakukan perekaman di kantor Disdukcapil," tutur Rusli.


Selain itu, pelayanan perekaman e-KTP di setiap kecamatan tetap berjalan. Kendala dihadapi pihaknya yaitu armada pelayanan cuma beroperasi dua unit.

"Meski di kecamatan ada untuk perekaman layanan harian, ternyata warga lebih menginginkan adanya jemput bola. Kesadarannya belum, nanti kalau begitu merasakan kependudukan itu penting, ketika membutuhkan, baru mengurus," kata Rusli. (bbn/bbn)