TKD Kota Sukabumi Bagus Pekik menyambangi sejumlah warga pasar. Mereka berkomunikasi dengan pedagang dan warga yang berada di sekitar lokasi membahas program pemerintahan Jokowi yang dianggap sangat bermanfaat untuk warga Sukabumi.
"Banyak program Pak Jokowi untuk Sukabumi. Jalan tol mulai diselesaikan, double track sedang pembangunan dan bandara tentunya ini adalah program-program yang sangat bermanfaat untuk Sukabumi," kata Bagus kepada awak media, Minggu (10/3/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Syahdan Alamsyah |
TKD juga mengenalkan pasangan Jokowi - Ma'ruf kepada warga berikut menerangkan soal visi dan misi pasangan nomor urut 01 tersebut. Selain itu mereka juga meluruskan informasi hoax dan fitnah yang kerap diarahkan kepada pasangan tersebut.
"Kita beberkan data dan fakta untuk melawan fitnah dan hoax yang seringkali diarahkan kepada pasangan 01. Semoga yang sudah kenal semakin sayang, dan yang belum kenal bisa lebih mengenalnya," lanjut dia.
Pantauan di lokasi TKD juga sempat menyambangi lokasi pembangunan proyek Pasar Pelita yang tidak kunjung selesai.
Sementara itu, ratusan masyarakat Cibadak Kabupaten Sukabumi menghadiri bakti sosial dan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh para alumni asosiasi perguruan tinggi di Jalan Raya Siliwangi No 61 RT.001/017 Kelurahan/Kecamatan Cibadak.
"Ini kerjasama kita dengan komunitas alumni UI, komunitas alumni IPB dan Tim Medis FK FKG Jaringan Sehat - PADI Trisakti. Melibatkan 27 dokter termasuk dokter dari Sukabumi ada 4 orang dokter spesialis," kata Zulfikar relawan PADI Sukabumi.
Foto: Syahdan Alamsyah |
Zulfikar memaparkan, kegiatan bakti sosial pengobatan gratis adalah bagian dari cara untuk memperkenalkan figur Capres - Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno kepada masyarakat.
"Kita memberikan pilihan rasional kepada masyarakat bahwa ada pasangan calon yang belum apa-apa saja sudah bekerjanyata untuk masyarakat. Terkait dipilihnya kegiatan ini berangkat dari masukan masyarakat soal biaya pengoatan yang saat ini sangat mahal ketika ada yang sakit mereka jadi benar-benar miskin karena harus menjual sesuatu karena biaya pengobatan yang mahal," jelasnya. (sya/ern)












































Foto: Syahdan Alamsyah
Foto: Syahdan Alamsyah