Polemik Pembangunan Dilan Corner, DPRD Jabar: Batalkan Saja

Mochamad Solehudin - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 18:17 WIB
Dilan Corner di Kota Bandung. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Rencana pembangunan Dilan Corner yang digagas Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuai kritik dari sejumlah pihak. Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady juga meminta agar pembangunan 'monumen' film itu untuk dibatalkan.

Karena dia melihat banyak yang menentang dengan rencana pembangunan Dilan Corner. Belum lagi ada yang menilai bila tokoh fiksi Dilan itu tidak mewakili budaya Jawa Barat.

"Orang kemudian bertanya-tanya apa sih jasa Dilan terhadap Jabar, sampai mau diabadikan gitu. Belum lagi ada beberapa hal yang yang dianggap justru tidak mencerminkan Jabar," ucap Daddy saat dihubungi, Jumat (8/3/2019).


Dia menilai pembangunan Dilan Corner itu tidak dilanjutkan. Sebab pembangunannya justru menimbulkan polemik yang dapat menyakiti hati masyarakat.

"Menurut saya batalkan saja. Hitunglah manfaat dan mudaratnya. Kalau membangun lebih banyak yang kontra, sedangkan kalau tidak dibangun tidak ada yang dirugikan," kata Daddy.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara mengusulkan agar Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengganti nama Dilan Corner itu dengan nama lain. Contohnya saja Taman Djunjunan sebagai penghormatan untuk mantan Wali Kota Bandung.

"Kalau saya usul (jadi) Taman Djundjunan (saja)," ucapnya.


Dia juga menyarankan agar Ridwan Kamil mengajak duduk bareng kepada pihak-pihak yang menentang pembangunan Dilan Corner. Karena dia menilai, ada niatan baik dari Ridwan Kamil dalam pembangunan Dilan Corner.

"Menurut saya itu harus dibicarakan lebih seksama. Undang budayawan yang kritisi, supaya ada jalan keluar. Karena pada hakikatnya (niatnya) baik. Tapi dari sisi budaya kan apakah tidak sebaiknya itu dijadikan Taman Djundjunan," tutur Irfan.

Pihaknya meminta Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil untuk melakukan skala prioritas dalam pembangunan. Menurutnya peningkatan akses kesehatan, pendidikan lebih utama ketimbang masalah Dilan Corner.

"Menurut hemat saya tentu harus ada skala prioritas yang paling utama adalah pendidikan dan kesehatan," ujar Irfan. (mso/bbn)