DetikNews
Jumat 08 Maret 2019, 15:39 WIB

Cegah DBD, Kiaracondong Jalankan Program Satu Rumah Satu Jumantik

Tri Ispranoto - detikNews
Cegah DBD, Kiaracondong Jalankan Program Satu Rumah Satu Jumantik Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandung sejak awal tahun 2019 mencapai 365 kasus. Dari jumlah tersebut Kecamatan Kiaracondong menjadi salah satu daerah dengan jumlah tinggi yakni 75 kasus.

Untuk menekan angka tersebut, Kecamatan Kiaracondong memulai program satu rumah satu juru pemantau jentik atau jumantik. Dengan program ini setiap satu orang penghuni memiliki tanggung jawab menjadi jumatik di rumahnya.

"Ini adalah bagian dari kreativitas warga Kairacondong setelah melihat banyaknya kasus-kasus DBD," ujar Wali Kota Bandung Oded M Danial usai peresmian program tersebut di Kantor Kecamatan Kiaracondong, Jumat (8/3/2019).

Oded mengapresiasi program tersebut karena selain bisa mencegah DBD juga semangat warga dalam membangun kebersamaan dianggapnya luar biasa. Hal itu lantaran program dijalankan dengan konsep kolaborasi 7 elemen mulai dari pengusaha, pemerintah, karang taruna hingga warga.

"Bahkan karang taruna di sini juga sangat kreatif mencari swadaya dengan program Dari Warga Untuk Warga (Dawuw)," katanya.

Ia berharap program tersebut bisa segera diadopsi oleh seluruh kecamatan di Kota Bandung. Sehingga kasus DBD di Kota Bandung bisa ditekan dengan kebiasaan baik di rumah masing-masing.

Di tempat yang sama Kadinkes Kota Bandung Rita Verita menjelaskan nantinya jumatik di setiap rumah akan melakukan pengecekan terhadap tempat-tempat nyamuk DBD berkembang biak.

"Misal tadi kita cek ke rumah warga, bak mandi itu biasa dikuras seminggu sekali. Mulai saat ini kita imbau menjadi tiga hari sekali. Karena walau pun terlihat bersih, belum tentu bebas dari jentik," ujarnya.

Rita mengatakan sebenarnya mudah untuk mengetahui jentik nyamuk penyebab DBD. Paling gampang adalah mengecek setiap tempat air dengan menggunakan senter. Biasanya jentik akan menempel di dinding, dan jika terkena cahaya akan bergerak naik turun.

"Bukan hanya di bak mandi, tapi sisa air di dispenser, vas bunga, tampungan air belakang kulkas, tempat minum burung, sampai yang jarang tersentuh itu adalah talang air bersih. Itu harus diperhatikan," katanya.

Setelah melakukan pengecekan rutin, para jumatik di rumah akan mencatatnya di sebuah lembar kertas khusus yang telah dibagikan. Selanjutnya secara berkalan jumatik dari kewilayahan akan melakukan pengecekan terhadap kertas tersebut.

Selain peresmian program, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembagian sejumlah abate kepada warga dan bunga lavender untuk ditanam sebagai tanaman hias yang tidak disukai oleh nyamuk DBD.


Gak Ada Obatnya, Gimana Cara Sembuhkan DBD? Simak Videonya:

(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed