Tuai Kritik, Ridwan Kamil Tetap Bangun Dilan Corner

Tuai Kritik, Ridwan Kamil Tetap Bangun Dilan Corner

Mochamad Solehudin - detikNews
Rabu, 06 Mar 2019 12:29 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Veynindia Pardede/detikHOT)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Veynindia Pardede/detikHOT)
Bandung - Rencana pembangunan Dilan Corner di area Taman Saparua, Kota Bandung, menuai kritik. Gubernur Jabar Ridwan Kamil tak mau ambil pusing soal polemik tersebut dan tetap melanjutkan membangun Dilan Corner.

Emil, sapaan Ridwan, memastikan alokasi dana untuk pembangunan Dilan Corner tidak mencapai miliaran rupiah. Meski tidak menyebutkan angka pasti, tapi diperkirakan hanya ratusan juta rupiah.

"Enggak (sampai miliaran) paling oge (juga) ratusan juta, receh," ucap Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (6/3/2019).


Proses pembangunan Dilan Corner dikerjakan dalam satu paket dengan penataan Taman Saparua. Berdasarkan data yang didapat, anggaran untuk penataan Taman Saparua telah tersedia di APBD 2019. Anggaran itu berada di pos pengelolaan Taman Saparua tepatnya di posisi belanja modal sebesar Rp 4,8 miliar.

Kemudian ada juga anggaran untuk jasa konsultan pengawasan sebesar Rp 200 juta. Sehingga bila ditotal anggaran untuk penataan Taman Saparua termasuk pembangunan Dilan Corner mencapai Rp 5 miliar.

Emil menyebut anggaran miliaran itu disiapkan untuk penataan Taman Saparua secara keseluruhan. Sebab akan ada penambahan beberapa fasilitas di area tersebut, seperti skate park, penataan PKL dan lainnya.

"(Miliaran) itu Saparuanya, di Saparua itu nanti ada taman skateboard itu yang mengambil porsi paling besar. Penataan PKL, ada skateboard itu yang mendominasi 90 persen biaya," tutur Emil.


Dalam kesempatan tersebut, dia meminta persoalan Dilan Corner ini tidak perlu diramaikan lagi. "Jangan diramaein lagi ya," ujar Emil.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya menilai anggaran untuk penataan Taman Saparua termasuk pembangunan Dilan Corner terlalu besar. Selama ini pihaknya juga tidak pernah diajak berkomunikasi mengenai rencana pembangunan tersebut.

"Info detail yang disampaikan ke publik belum cukup diinformasikan ke kami (dewan). Padahal kami kan mitranya," kata Abdul.


Dia menganggap anggaran Rp 5 miliar untuk penataan Saparua terlampau besar. Apalagi bila dibandingkan dengan bantuan keuangan ke pemerintah kabupaten/kota untuk penataan alun-alun nilainya hampir sama.

"Kalau lima miliar kegedean, kalau (untuk) penataan Saparua, yang pernah kami lihat beliau mendata alun-alun di berbagai kabupaten/kota ada tujuh wilayah yang dapat bantuan (keuangan Pemprov). Lima miliar itu gede sekali," ujar Abdul.


Simak Juga 'Corner Film Dilan Jadi Tempat Literasi':

[Gambas:Video 20detik]

(mso/bbn)