Geger Temuan 87 Mortir Diduga Peninggalan Perang Dunia ke-2 di Dago

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 06 Mar 2019 08:43 WIB
Foto: dok.Humas Pemkot Bandung
Bandung - Warga Bandung digegerkan dengan penemuan 87 mortir yang terkubur di dalam halaman rumah warga di kawasan Dago. Puluhan mortir itu diduga peninggalan perang dunia ke II.

Penemuan mortir tersebut berawal saat pemilik bernama Kevin Purnama hendak membangun sebuah sebuah garasi di rumahnya yang terletak di Jalan Ir H Juanda (Dago) gang Cinta Wangi, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung pada Selasa (5/3/2019) siang.

Untuk membuat atap garasi, diperlukan untuk membangun pondasi dengan menggali tanah. Saat proses penggalian, ditemukanlah satu buah mortir berbentuk lonjong.

"Baru menggali kedalaman setengah meter, kemudian ditemukan satu mortir dan melaporkan kepada kami," ucap Kapolsek Coblong AKP Auliya Dhjabar saat dikonfirmasi.

Polsek Coblong langsung berkoordinasi dengan tim Jibom Polda Jabar. Tim lantas melakukan penyisiran di seluruh area rumah tersebut. Hasil penelusuran hingga kemarin malam sekitar pukul 20.30 WIB dihentikan, total ada 87 mortir hang ditemukan.

"Sampai saat ini totalnya ada 87 yang sudah diangkat," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema kepada wartawan.

Geger Temuan 87 Mortir Diduga Peninggalan Perang Dunia ke-2 di DagoFoto: dok.Humas Pemkot Bandung


Dandim 0618 BS Letkol Inf Hery Subagyo mengatakan diduga berasal dari masa lampau. Dia menyebut kuat dugaan mortir merupakan peninggalan perang dunia ke II.

"Kita duga sementara ini mengacu dari beberapa temuan di beberapa wilayah, yang tipenya sama, ini kemungkinan bekas peninggalan perang dunia ke-2," ucap Dandim.

Hery menjelaskan bentuk fisik juga memperkuat dugaan bahwa mortir tersebut berasal dari perang dunia ke II.

"Dari sisi fisiknya, sudah berkarat, rapuh, hancur, asumsikan sementara itu sudah cukup lama. Dari bentuk sendiri memang bukan granat mortar saat ini, itu tidak. Itu mungkin produksi tahun yang belum bisa dipastikan, karena beberapa bagian sudah hancur agak susah untuk bisa kita lihat di posisi yang aman. Kita bersihkan kita lihat," kata Hery.

Namun untuk memastikan hal tersebut, mortir sudah dibawa oleh pihak TNI ke gudang penyimpanan Kodam Siliwangi di Banjaran, Kabupaten Bandung. Mortir akan dibersihkan dan dianalisa untuk mengetahui lebih jelas tahun pembuatan termasuk mengetahui aktif atau tidaknya mortir tersebut.

"Kita bersihkan, nanti setelah itu akan kita teliti lebih lanjut. Untuk memastikan dan meyakinkan apakah granat ini masih aktif, nah nanti akan ditindaklanjuti," tuturnya.

Pemerintah Kota Bandung ikut turun tangan. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana bahkan sempat mengecek langsung ke tempat penemuan mortir tersebut.

Yana meminta agar warga Bandung lebih waspada apabila membangun sebuah bangunan. Sebab hal serupa bisa saja ditemukan mengingat wilayah Bandung merupakan wilayah kolonial pada masa lampau.

"Ini jadi warninglah, maksudnya bahwa kita juga tinggal di daerah bekas Belanda yah, pernah ada perang juga di sini, minta masyarakat juga waspada aja," ucap Yana kepada wartawan.

"Ya kita enggak tahu, kalau melakukan pembangunan hati-hati saja, tapi enggak juga lah, (penemuan 87 mortir) itu mah kebetulan saja," kata Yana menambahkan. (dir/ern)