detikNews
Minggu 03 Maret 2019, 20:19 WIB

Ridwan Kamil: Jangan Bertengkar Gara-gara Pilpres

Mochamad Solehudin - detikNews
Ridwan Kamil: Jangan Bertengkar Gara-gara Pilpres Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan sambutan saat bertemu warga Jabar yang tinggal di Medan dan sekitarnya. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Medan - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi Kota Medan untuk menyapa warganya. Dalam kesempatan yang langka itu, dia menitipkan beberapa pesan kepada warga Jabar yang tinggal di Medan dan sekitarnya.

Emil, sapaan akrab Ridwan, ingin warga Jabar yang tergabung dalam Paguyuban Pasundan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Misalnya saja di Medan, warga Jabar bisa harus menghormati budaya lokal setempat.

"Hiduplah seperti air, ikuti wadahnya. Di sini wadahnya lingkaran, jadilah air bentuk lingkaran sesuai wadahnya," kata Emil saat memberi sambutan dalam acara silaturahmi akbar warga Sunda di Sumatera Utara dan pelantikan dewan pangaping serta pengurus cabang Paguyuban Pasundan di Medan International Convention Center, Kota Medan, Minggu (3/2/2019).

Ia menuturkan orang Jabar paling mudah diterima saat merantau ke luar provinsi di seluruh Indonesia. Untuk itu, dia ingin warga Jabar dapat menjadi penengah di tengah konflik masyarakat.

Pada kesempatan itu, Emil mengingatkan pentingnya persatuan di tengah masa kampanye Pilpres 2019. Dia meminta semua warga Jabar dan masyarakat lainnya untuk saling menjaga persatuan dan menghindari perselisihan.

"Mari jaga persatuan, kekompakan. Titip jangan ada pertengkaran gara-gara urusan Pilpres. Pesan dari saya kompak, tunjukkan orang Sunda di Sumatera Utara bisa sabilulungan (kekeluargaan dan gotong royong). Sebagai masyarakat teladan selalu menyelesaikan konflik dengan dialog pikiran, bukan dengan kontak fisik," tuturnya.

Pesan utama dari semua itu, dia ingin warga Jabar ini memberi manfaat untuk semua orang. Sehingga citra warga orang Sunda ini selalu dipandang positif.

"Pesannya titip cuma satu, harus bermanfaat. Diplomasi dengan kesenian," ujar Emil menegaskan.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi menuturkan, kehadiran organisasi yang dipimpinnya di tanah Sumatera Utara menjadi tanda persaudaraan dengan Jabar.

Satu paling spesial, kata dia, masyarakat yang bergabung dengan Paguyuban Pasundan bukan hanya orang berketurunan orang Sunda semata. Tapi juga ada warga Medan dan kota lainnya di Sumatera Utara yang ikut dalam organisasinya.

"Paguyuban Pasundan itu pertama karena faktor darah dan kultural. Siapapun yang mencintai budaya Jabar yang pernah kuliah di lembaga pendidikan Pasundan itu adalah keluarga Paguyuban Pasundan," ucap Didi.
(mso/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com