DetikNews
Rabu 27 Februari 2019, 18:11 WIB

111 WNA Punya e-KTP di Cianjur-Sukabumi Kerja Ternak hingga Jadi Bos

Mukhlis Dinillah - detikNews
111 WNA Punya e-KTP di Cianjur-Sukabumi Kerja Ternak hingga Jadi Bos Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Nurudin (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
FOKUS BERITA: Heboh TKA Punya e-KTP
Bandung - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Nurudin menjelaskan 111 warga negara asing (WNA) di tiga daerah (Kota-Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur) pemegang Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) sebagiannya merupakan tenaga kerja. Mereka berprofesi sebagai peternak hingga bos perusahaan.

"Ada yang kerja di peternakan, perusahaan, jadi dirut, komisaris dan direktur kuangan," kata Nurudin kepada detikcom di kantor Kanwil Kemenkumham Jabar, Kota Bandung, Rabu (27/2/2019).


Nurudin menegaskan tenaga kerja asing yang berada di wilayah legal. Pihaknya memiliki tim yang terus mengawasi pergerakan WNA tersebut baik di Cianjur dan Sukabumi.

"Iyalah (legal). Kalau enggak legal, enggak mungkin diberikan KITAP. Kita punya tim gabungan yang sifatnya fungsional yang mengkoordinasikan pengawasan WNA. Kami pastikan 111 orang ini legal. Tercatat di kami," tutur dia.

Dia menjelaskan 111 WNA pemegang KITAP di wilayahnya 57 orang berada di Cianjur, sisanya di Sukabumi. Namun, tidak semua memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan tenaga kerja asing.

Baca juga: Ada 111 WNA Punya e-KTP, Ini Penjelasan Lengkap Imigrasi Sukabumi

Lebih lanjut Nurudin menuturkan sebagian WNA yang memiliki KITAP lantaran menikah dengan WNI. Mereka mengurus KITAP yang bisa diperpanjang 5 tahun sekali sebelum nantinya bisa mengurus perubahan status kewarganegaraan.

"Jadi untuk kategori ini ada yang mereka TKA, as yang ada istri (WNA) ikut suami WNI jadi istrinya punya KITAP, ada suami (WNA) menikah istri (WNI) pemegang KITAP juga. Ada karena anak ikut orang tua mengikuti orang tua pemegang KITAP," kata dia menjelaskan.

"Data kami dari 57 WNA di Cianjur, baru 27 orang yang punya KTP. Kalau di Sukabumi kami belum dapat datanya dari Disdukcapil," Nurudin menambahkan.


Menurutnya, wajar adanya perbedaan dengan jumlah pemegang KITAP dan KTP di wilayahnya. Sebab, yang berkewajiban memiliki KTP yaitu WNA berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah.

"Sementara KITAP juga banyak anak-anak atau ada faktor lain," ujar Nurudin.
(mud/bbn)
FOKUS BERITA: Heboh TKA Punya e-KTP
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed