Seorang bapak yang bekerja sebagai kuli bangunan di Garut membagikan kisah inspiratif. Dia sukses menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah di perguruan tinggi ternama.
Dia adalah Uu Sunarya (49), warga Kampung Cintarakyat, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bapak empat anak ini sudah puluhan tahun menjadi kuli bangunan.
Setiap hari, ia bersama rekan menggarap proyek bangunan di kawasan Samarang. Penghasilannya pun pas-pasan. Uu hanya mengantongi uang puluhan ribu rupiah saja setiap harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, anak pertama di ITB jurusan Farmasi. Yang ke dua di Unpad, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara," ucap suami dari Diah (47) ini saat ditemui di rumahnya, Rabu (27/02/2019).
Sejak duduk di bangku SMA, dua anaknya itu memang sarat prestasi. Gina pernah jadi juara umum nilai UN tertinggi se-Garut pada tahun 2016. Prestasi serupa juga ditorehkan adiknya, Rifky, dua tahun berselang.
Perjuangan untuk menguliahkan dua anaknya itu diakui Uu cukup sulit. Terkadang ia dan sang istri harus puasa seharian agar anaknya bisa punya bekal hidup di Bandung.
"Memang dapat beasiswa Bidik Misi. Tapi tetap uang indekos dan keperluan sehari-hari orang tua yang tanggung," katanya.
Uu hanya berharap agar kedua anaknya itu sukses kelak, tidak seperti bapaknya yang hanya seorang kuli bangunan. Selain Gina dan Rifky, dua adiknya yakni Firya Nabila (16) dan si bungsu FM (14) kini disekolahkan Uu di SMAN 15 Garut.
"Saya hanya ingin anak saya berguna bagi bangsa dan negara. Harapannya mereka bisa lebih baik dari saya yang hanya tukang bangunan. Meski pun bapaknya kuli, anaknya harus kuliah," ujar Uu.










































