DetikNews
Senin 25 Februari 2019, 10:58 WIB

RSUD Pagelaran Cianjur Berhentikan Ratusan Tenaga Honorer

Syahdan Alamsyah - detikNews
RSUD Pagelaran Cianjur Berhentikan Ratusan Tenaga Honorer Foto: Syahdan Alamsyah
Cianjur - RSUD Pagelaran Cianjur memberhentikan ratusan tenaga honorer medis dan non medis. Pemberhentian secara sepihak itu itu disebut dalam rangka rasionalisasi.

Informasi tentang pemberhentian kerja tersebut ramai dibahas akun instagram visit_cianjur pada Sabtu (23/2/3019). Dikutip detikcom akun itu membahas soal pemberhentian 200 karyawan secara sepihak tanpa pesangon dan tanpa gaji.

Dilihat detikcom pada Senin (25/2/2019), postingan tersebut mendapat 1.333 suka dan ratusan komentar.

Salah seorang mantan karyawan yang diberhentikan menceritakan isu soal pemberhentian tersebut sudah ramai sejak beberapa waktu lalu, bahkan sempat beredar surat pemberhentian bakal diserahkan oleh kepala daerah.

"Sudah ramai info (pemberhentian) katanya pada Senin (18/2) lalu, akhirnya surat pemberhentian baru benar-benar dibagikan pada Jumat (22/2) kemarin. Isi dalam amplop uang gaji dan surat pemberhentian," ungkap Abuy, sumber yang meminta namanya disamarkan kepada wartawan.

Selain gaji dan pemberhentian, terdapat juga surat keterangan pengalaman kerja dalam amplop yang sama.

Abuy menyebut pemberhentian itu berlandaskan alasan rasionalisasi. Namun ia mengaku heran karena pemberhentian diindikasi sangat subjektif sebab tanpa adanya tes sebelumnya.

"Kalau mau adil, hasil keputusan melalui tes pasti akan kami terima. Ini tanpa adanya tes tahu-tahu keluar surat pemberhentian," lanjutnya.

Informasi soal kriteria dan penilaian berdasar lama bekerja, jenjang pendidikan dan lainnya sempat santer terdengar di kalangan pegawai. Tapi Abuy merasa heran karena mereka yang baru masuk dan belum tercatat dalam DPA bisa dipertahankan.

"Sementara yang sudah lama mengabdi begitu saja diberhentikan. Dugaan kami faktor kedekatan dengan orang di managemen, orang-orang itu dipertahankan. Sementara yang sudah lama mengabdi begitu saja dapat surat, kami hanya penasaran sistem pemberhentian ini seperti apa," bebernya.

Dihubungi melalui telepon selulernya Direktur RSUD Pagelaran, dr Awie Darwizar enggan memberikan komentar. Dia meminta detikcom untuk menghubungi pengacaranya.

"Silahkan hubungi pak Yudi, kuasa hukum saya. Nomernya silahkan cari tahu sendiri," singkat dia.

Sementara itu Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengaku sudah mendapat kabar terkait persoalan tersebut. Herman bahkan menduga ada mekanisme yang tidak dijalankan terkait keputusan pemberhentian tersebut.

"Kita akan segera mengumpulkan Sekda dan tim untuk membahas hal itu secepatnya, nanti kita lihat karena memang harusnya kan ada tim nah ini enggak (keputusan) dibuat sepihak. Nanti saya akan komunikasikan dengan pak Sekda," singkat Herman.
(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed