DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 16:59 WIB

Sekeluarga Tewas Terbakar

Sosok Jamaludin dan Cerita Piting Leher Istri Sebelum Bakar Diri

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sosok Jamaludin dan Cerita Piting Leher Istri Sebelum Bakar Diri Jamaludin/Foto: Istimewa
Sukabumi - Sekeluarga tewas dalam kebakaran hebat yang melanda rumah milik Jajun (50) yang dihuni oleh anak angkatnya Iis (28) bersama suaminya Jamaludin (37) dan anaknya Ayu (10).

Dari hasil penyelidikan polisi, kebakaran ternyata dipicu aksi bakar diri Jamaludin. Bahkan terungkap fakta baru, diduga kuat Jamaludin memiting leher Iis hingga tewas sebelum akhirnya ikut terbakar.

"Dia berusaha melarikan diri namun dia dipiting hingga tewas oleh Jamaludin," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.



Begini kronologi insiden yang mengenaskan ini:

Warga Kampung Sukasirna, RT 003 RW 13 Desa/Kecamatan Cikembar, Sukabumi yang masih terlelap dalam tidurnya tiba-tiba dikagetkan dengan suara teriakan minta tolong, saat itu waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB, Rabu (20/2/2019).

Desi Suangsih (29) anak pemilik rumah berteriak-teriak mengatakan ada tiga orang yang terbakar di dalam kobaran api. Desi yang pertamakali mengungkap adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Desi yang saat itu bermalam di rumah yang ditempati Jamaludin sempat mendengar teriakan minta tolong dari Iis, saudara angkatnya.

"Saya terbangun karena hawa panas dan bau bensin. Ketika keluar dari kamar, api sudah membesar di ruang tamu. Saya cari pintu keluar samping, lalu keluar," kata Desi yang melihat Iis dipegangi Jamaludin.

"Saya juga dengar tapi kurang jelas, seperti ada yang manggil 'ibu...ibu...ibu...', beberapa kali," tutur Desi yang menduga itu suara Rahayu alias Ayu, putri Iis.

Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, sebelum petugas Damkar datang. Rumah semi permanen itu hangus dilalap api. Tiga motor di dalamnya pun ikut terbakar. Satu motor milik Jamaludin, dua milik Jajun.



Petugas menemukan tiga mayat dengan kondisi sudah tak bisa dikenali. Jasad Jamaludin terlihat memegang Iis. Sementara jasad Ayu berada tak jauh dari keduanya.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan bukti, kepolisian memastikan kebakaran itu merupakan aksi bakar diri Jamaludin.

Kapolres Nasriadi berusaha menggambarkan insiden itu. Jamaludin menyiramkan bensin di lantai rumah lalu menyalakan api.

Saat api berkobar, Iis yang saat itu berada di kamar bersama putrinya berusaha mencegah dan melarikan diri. Nahas, cengkraman tangan Jamaludin di leher membuatnya tewas. "Dia berusaha melarikan diri namun dia dipiting hingga tewas oleh Jamaludin," imbuh Nasrisdi.

Meskipun begitu, Nasriadi masih menunggu hasil resmi visum tadi malam untuk kepastiannya. "Kita tunggu hasil cek laboratorium untuk pastinya, nanti kita urai lagi," tandas dia.

Mengenai motif aksi bakar diri, Nasriadi menduga tekanan utang dan kasus penipuan menjadi penyebab Jamaludin melakukan aksi nekatnya.

Serangkaian persoalan dihadapi Jamaludin, mulai soal utang hingga penipuan. Soal jual beli tanah misalnya, Jamaludin diketahui menjual tanah keluarganya di Depok. Setelah mendapat pembayaran dia kemudian menjual objek tanah yang sama ke orang lain.

"Dia berkasus, banyak masalah. Soal uang-uang itu kemana kerabat Iis tidak ada yang tahu. Iis sendiri hidup seadanya dan tinggal menumpang di rumah milik Jajun. Jamaludin pengangguran dan tidak bekerja, karena banyaknya tekanan masalah itulah mungkin membuatnya nekat melakukan aksinya," beber Nasriadi.

Karena masalah itu, Iis tak tahan dan meminta cerai. Namun Jamaludin menolaknya. "Sampai akhirnya Jamaludin mengancam untuk bunuh diri. Ucapannya itu dia buktikan dengan pulang ke rumah di Kecamatan Cikembar, dia siram bensin lalu menyalakan api dan membakar seisi rumah berikut istri dan anak tirinya," jelas Nasriadi.



Sosok Jamaludin

Warga tidak banyak yang mengenal sosok Jamaludin, selain bukan asli warga setempat, dia baru dua bulan tinggal di sana. Sebelumnya ia bersama Iis tinggal di kampung halamannya di Kampung Durenseribu RT 01/08, Kelurahan Durenseribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

"Kepindahan Iis bersama anak dan suaminya karena ada masalah di Depok, suaminya itu jual tanah ke orang setelah dibayar objek tanahnya malah dijual lagi ke orang lain," tutur Jajun.

Setelah mengetahui kisah tentang Jamaludin dan segudang masalahnya, Jajun mulai tidak bersimpati kepada Jamaludin. Sikap itu nampaknya dirasakan oleh Jamaludin, ketika Jajun ada di rumah dia tidak berani datang dan memilih sembunyi-sembunyi.

"Pas malam kejadian saya sedang menunggu ibu yang dirawat di rumah sakit. Dia datang dan membawa masalah, dia sebelumnya mengancam Iis mau bunuh diri ternyata aksi itu bukan sekadar ucapan tapi dia buktikan. Iis dan Ayu meninggal dunia, rumah saya bersama dua motor terbakar habis enggak bersisa," lirih Jajun.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed